TRIBUNNEWS.COM - Universitas Terbuka (UT) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut atas laporan keuangannya. Capaian ini menjadi indikator bahwa tata kelola keuangan di lingkungan UT dinilai berjalan sesuai standar yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan dalam Exit Meeting Audit Kantor Akuntan Publik (KAP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 yang digelar secara hybrid pada Rabu (1/4/2026), di UT Pusat serta melalui platform Zoom. Sejak berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), UT terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.
Exit meeting ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian audit, tetapi juga forum untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan telah memberikan gambaran yang komprehensif, baik dari sisi hasil maupun mekanisme yang dijalankan. Dengan demikian, capaian opini WTP tersebut dinilai selaras dengan sistem tata kelola yang diterapkan di UT.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) UT, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., para Wakil Rektor, Sekretaris Majelis Wali Amanat UT Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T., serta jajaran pimpinan UT Pusat dan UT Daerah yang mengikuti secara daring.
Dari KAP BDO Indonesia, turut hadir Engagement Partner Sutomo, CPA., Manager Filbert Suwita, Auditor in Charge Jaka Mulya, Auditor Novianti Tri Wardhani dan Muh. Rizki Putrangga Septiawansyah, serta tim IT Expert Widi Astuti dan Della Angelina yang terlibat langsung dalam keseluruhan proses audit.
Proses Audit Dilakukan secara Menyeluruh
Proses audit yang berlangsung selama sekitar 141 hari dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif. Pemeriksaan mencakup berbagai komponen utama dalam laporan keuangan UT tahun anggaran 2025, mulai dari penerimaan, pengeluaran, investasi, hingga pengelolaan aset.
Selain itu, pengujian terhadap pengendalian umum teknologi informasi atau IT General Controls turut dilakukan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan mampu menjamin keandalan data dan pelaporan.
Baca juga: Kuliah Nggak Harus Pindah Negara, Ini yang Dilakukan Universitas Terbuka di Dili
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, laporan keuangan UT dinilai telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
Namun yang menarik, kekuatan capaian ini justru terletak pada konsistensi proses yang mengiringinya. Kesiapan unit kerja, kelengkapan data, serta koordinasi lintas fungsi yang berjalan efektif menjadi elemen penting yang mendukung kelancaran audit.
Di titik ini, capaian WTP tiga tahun berturut-turut menemukan maknanya secara lebih utuh. Ia tidak hanya merefleksikan kepatuhan terhadap standar, tetapi juga menunjukkan bahwa prinsip Good Corporate Governance telah terintegrasi dalam praktik kerja sehari-hari.
Sebagai PTN-BH, UT tidak hanya dituntut mandiri, tetapi juga dituntut mampu mempertanggungjawabkan setiap pengelolaan sumber daya secara terbuka, dan hal tersebut tercermin melalui hasil audit yang konsisten.
Konsistensi tersebut sekaligus memperkuat peran UT dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, UT berkontribusi pada penguatan pendidikan berkualitas serta pembangunan institusi yang kredibel dan berkelanjutan.
Di saat yang sama, hal ini memastikan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi yang menjadi mandat UT tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.
Pada akhirnya, capaian ini tidak berhenti sebagai catatan tahunan. Ia menjadi penanda arah sekaligus standar yang harus terus dijaga. Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus bergerak, UT memperlihatkan bahwa pertumbuhan institusi tidak hanya ditentukan oleh inovasi layanan, tetapi juga oleh kekuatan sistem yang menopangnya.
Dengan fondasi tersebut, langkah UT ke depan menjadi semakin terarah. Bukan hanya memperluas jangkauan pendidikan jarak jauh, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses di dalamnya berjalan dengan integritas yang kuat.
Dari sinilah Universitas Terbuka terus bergerak, menjaga ritme, memperkuat kualitas, dan menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia yang dapat diandalkan.
Baca juga: Bukan hanya Fleksibel, Sejumlah Prodi Universitas Terbuka Kembali Raih Akreditasi Unggul
Baca tanpa iklan