"Kenaikan ini terjadi bertahap sejak eskalasi konflik meningkat. Krisis pasokan juga dirasakan manufaktur di Singapura, China, hingga Korea Selatan," kata Fajar, Jumat, (3/4/2026).
Pelaku UMKM mulai khawatir
Para pelaku UMKM mulai terdampak oleh kenaikan harga plastik. Biaya operasional pun membengkak.
Nafis Ghifari, seorang pengusaha es teh di Semarang, Jawa Tengah, mengatakan kenaikan harga gelas plastik (cup), penutup plastik (sealer), hingga kantong plastik telah menggerus margin keuntungan secara signifikan.
Dengan harga jual eceran Rp3.000 per gelas, kini pedagang hanya mampu meraup untung bersih sekitar Rp500.
"Kondisi saat ini sudah tidak ideal untuk menutup biaya operasional. Biaya kemasan naik hingga 65 persen bagi ratusan cabang usaha kami," ujar Nafis, Kamis, (2/4/2026).
Sementara itu, Ina, seorang pedagang di Pasar Musyawarah Jakarta Barat, mengatakan fluktuasi harga terjadi hampir setiap hari. Harga plastik kemasan putih yang semula Rp10.000 kini melonjak menjadi Rp15.000.
"Hari ini belanja, besok harganya sudah berubah lagi. Kenaikannya sangat mendadak," ucap Ina, Jumat (3/4/2026). Bahkan, kenaikan harga per karton (grosir) dari tingkat distributor dilaporkan mencapai Rp150.000.
(Tribunnews/Febri/Abdul Qodir)
Baca tanpa iklan