Ringkasan Berita:
- UPI menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai akademik dan non-akademik.
- Pegawai non-akademik WFH setiap Jumat, akademik dan layanan kesehatan hadir 50 persen secara bergantian.
- Unit layanan langsung tetap WFO bergilir untuk menjaga pelayanan publik.
- Perkuliahan tatap muka tetap berjalan, minimal 10 pertemuan luring dijalankan sesuai ketentuan akademik.
TRIBUNNEWS.COM - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai akademik dan non-akademik.
Adapun kebijakan ini sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026.
Kebijakan WFH diberlakukan dengan tetap menjaga kelancaran layanan serta keberlangsungan kegiatan akademik di kampus.
Pola WFH berbeda di setiap unit kerja, untuk pegawai unit non-akademik melaksanakan WFH setiap hari Jumat.
Sementara unit akademik dan layanan kesehatan menerapkan Work From Office (WFO) secara proporsional dengan 50 persen pegawai hadir secara bergantian, sehingga setiap pegawai tetap mendapatkan satu hari WFH dalam seminggu.
UPI juga mengatur bahwa unit yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat tetap menjalankan pola WFO dengan sistem kerja bergilir.
Dalam implementasinya, kebijakan WFH tidak berlaku pada hari perkuliahan.
Kegiatan pembelajaran tatap muka tetap dijalankan sesuai ketentuan akademik, termasuk kewajiban minimal 10 pertemuan luring untuk menjaga mutu pendidikan
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Vanessa Gaffar, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk tetap menjaga keseimbangan antara efektivitas kerja dan kualitas layanan akademik.
"Kebijakan WFH di UPI tetap menjaga keseimbangan antara efektivitas kerja, kelancaran layanan, dan kepatuhan terhadap regulasi nasional, tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan akademik," ujarnya.
Pengaturan jadwal WFH diserahkan kepada masing-masing pimpinan unit agar implementasi kebijakan sesuai dengan kebutuhan operasional tiap unit.
Baca juga: WFH Sehari untuk ASN Dinilai Adaptif Hadapi Tantangan Geopolitik
Dengan demikian, seluruh aktivitas institusi tetap berjalan optimal, sementara fleksibilitas kerja meningkat tanpa mengganggu kualitas layanan dan kegiatan akademik di lingkungan kampus.
UPI Jadi PTN dengan Peminat Terbanyak pada SNBP 2026
Pada pelaksanaan SNBP 2026, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatatkan capaian signifikan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akademik dengan jumlah peminat terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 53.311 pendaftar.
Capaian tersebut menempatkan UPI pada peringkat pertama nasional dalam kategori PTN akademik terpopuler pada jalur SNBP 2026.
Tingginya minat ini mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan, reputasi akademik, serta daya saing lulusan UPI.
Direktur Direktorat Pendidikan UPI, Asep Supriatna, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang terus dikembangkan oleh UPI.
"Posisi UPI sebagai perguruan tinggi dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026 tidak terlepas dari beberapa faktor utama. Pertama, secara geografis UPI mudah dijangkau oleh masyarakat karena memiliki kampus yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Bandung, Cibiru, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, dan Serang. Kedua, UPI menawarkan jumlah program studi yang cukup banyak, yaitu sebanyak 106 program studi jenjang D4 dan S1," ujarnya, dilansir dari Siaran Pers UPI, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, keunggulan UPI juga terletak pada keberagaman bidang keilmuan yang ditawarkan.
"Program studi di UPI tidak hanya berfokus pada bidang kependidikan, tetapi juga mencakup berbagai bidang ilmu dan teknik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, banyak program studi yang dinilai menarik dan diminati oleh masyarakat," jelasnya.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan