News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Campak Turun Lebih dari 2.000 Kasus dalam 13 Pekan, Kemenkes Minta Tetap Waspada

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi penyakit campak pada anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren kasus campak di Indonesia menunjukkan penurunan signifikan sepanjang awal tahun 2026. Namun, pemerintah menegaskan kondisi ini belum sepenuhnya aman.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, memaparkan bahwa penurunan terjadi secara konsisten sejak awal tahun hingga pekan ke-13.

“Jika kita lihat pada minggu pertama jumlah kasus campak 2220 dan kita bandingkan pada minggu ke-13 itu sudah tinggal 195 kasus campak,” ujar Andi dalam konferensi pers secara daring, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Bukan Sekadar Ruam, Campak Bisa ‘Hapus’ Kekebalan Tubuh Anak, Ini Penjelasannya

Data tersebut menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dalam waktu relatif singkat. Dari 2.220 kasus pada minggu pertama, angka tersebut turun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

Penurunan ini berarti lebih dari 2.000 kasus berhasil ditekan dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

Jika dilihat secara persentase, penurunan mencapai lebih dari 90 persen, yang menunjukkan adanya dampak dari berbagai intervensi kesehatan masyarakat.

Namun, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penurunan ini tidak boleh membuat masyarakat maupun pemerintah lengah.

Penurunan Terjadi di Banyak Wilayah, Tapi Belum Merata

Penurunan kasus terjadi di berbagai provinsi yang sebelumnya mencatat angka tinggi. Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Sumatera Selatan menunjukkan tren penurunan dari akhir 2025 ke awal 2026.

Hal yang sama juga terlihat di wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta, serta provinsi padat penduduk seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Di awal tahun 2026, Jawa Barat sempat mencatat angka kasus yang tinggi, namun hingga minggu ke-13 sudah mengalami penurunan.

Meski demikian, masih ditemukan kasus di wilayah tersebut.

“Sudah turun tetapi kita harus waspada,” kata Andi.

Kementerian Kesehatan mencatat daerah riwayat kasus campak tertinggi sepanjang 2025 hingga 2026.

Wilayah-wilayah ini menjadi fokus pengawasan karena masih memiliki potensi penularan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini