TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kesibukan logistik tampak terlihat di wilayah di Sentul dan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Puluhan unit sepeda motor listrik dengan identitas visual khas program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mendarat di beberapa titik pergudangan.
Namun, di balik persiapan masif armada distribusi nasional tersebut, tersimpan pemandangan unik di lapangan—mulai dari aktivitas 'bersolek' bangunan gudang yang dilakukan secara mendadak hingga prosedur pengamanan ketat yang menyambut setiap pendatang.
Dari liputan Tribunnews.com di lokasi, di balik deru mesin truk pengangkut, tersaji pemandangan kontras antara fasilitas yang tengah berbenah dengan deretan armada yang sudah siap beroperasi.
Lapis Cat Kuning dan Deretan Trail
Jumat (10/4/2026) sekira pukul 11.00 WIB, sebuah truk putih bertuliskan Aduagis Transporindo Sejahtera terpantau menurunkan belasan unit motor listrik jenis trail (motor medan berat) di sebuah lahan luas di Jalan Olympic Raya, Sentul—sekitar 3,3 kilometer dari gerbang tol Sentul 2.
Motor-motor baru berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut masih terbungkus plastik transparan di beberapa bagiannya.
Di lokasi, sejumlah pekerja mengenakan kaus bertuliskan PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) sibuk memindahkan unit ke dalam gudang.
Menariknya, salah satu bangunan gudang yang berukuran lebih besar tampak sedang dicat ulang dengan warna kuning—warna yang identik dengan merek otomotif yang digunakan sebagai armada program MBG.
Proses pengecatan diduga baru saja dimulai karena lapisan cat segar baru terlihat di bagian depan, sementara warna asli tembok masih tampak di sisi lainnya.
Di samping gedung yang tengah bersolek itu, puluhan unit motor trail MBG lainnya terparkir rapi di halaman terbuka tanpa atap, tetap dalam balutan plastik pelindung.
Baca juga: Penampakan Kantor Pemenang Tender Motor Listrik MBG di Jakbar: Rumah Megah Tanpa Plang Nama
Interaksi dan Pagar yang Digembok
Kehadiran awak media di lokasi segera disambut oleh prosedur pengamanan yang ketat namun persuasif.
Tak berselang lama, seorang pria berkaus abu-abu dan bercelana denim menghampiri wartawan.
Ia mengaku sebagai mandor proyek pengecatan dan meminta wartawan untuk menjauh dari area pergudangan.
"Saya mandor ini yang lagi mengecat. Udah kalau gitu ikut saya dulu sini," ucapnya sembari menggiring wartawan menuju dua pria lain yang mengaku sebagai pihak ekspedisi pengiriman kendaraan.
Kedua pria tersebut memiliki penampilan yang kontras; satu mengenakan jaket hijau tua dengan ransel bermotif loreng, sementara lainnya mengenakan topi hitam dan kalung besi di lehernya.
Baca tanpa iklan