TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia pada Minggu (12/4/2026) malam ini.
Kunjungan kerja ini akan membahas isu ketahanan energi dan stabilitas geopolitik global sebagai agenda utama dalam pertemuan tatap muka antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Media AFP mengatakan Prabowo akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin mengenai minyak.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pada Sabtu bahwa minyak yang "memiliki kepentingan strategis bagi bangsa Indonesia" akan masuk dalam agenda pertemuan.
"Presiden akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas geopolitik global dan, tentu saja, situasi energi," kata Sugiono.
Prabowo, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, berbicara alasannya kerap bepergian ke luar negeri.
"Saudara-saudari sekalian, ini demi mengamankan pasokan minyak, saya harus pergi ke mana-mana," katanya dalam pidato di hadapan kabinetnya pekan lalu.
Seperti banyak negara lainnya, Indonesia berada di bawah tekanan akibat melonjaknya harga minyak global karena perang di Timur Tengah.
Negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini adalah produsen minyak tetapi tetap mengimpor.
Bulan lalu, pemerintahan Prabowo mengumumkan penjatahan bahan bakar dan mewajibkan kebijakan bekerja dari rumah satu hari per minggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat cadangan energi.
Menteri Indonesia mengatakan harga minyak yang tinggi secara berkelanjutan dapat menyebabkan defisit anggaran melampaui batas yang ditetapkan.
WFH, pembatasan bahan bakar, dan subsidi: Asia Tenggara berupaya keras mengatasi krisis energi.
Mereka berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar dalam waktu dekat.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Maret bahwa negaranya terbuka untuk menjual minyak ke Indonesia.
"Jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan mendapatkannya," kata Tolchenov saat kedua negara bersiap untuk latihan militer gabungan di pelabuhan Jakarta.
Tahun lalu, Jakarta bergabung dengan blok BRICS yang terdiri dari negara-negara berkembang termasuk Rusia dan China.
Namun Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dengan apa yang disebut "Dewan Perdamaian".
Sumber: AFP
Baca tanpa iklan