News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Reshuffle Kabinet

Isu Reshuffle Kabinet Sasar 5 Menteri, Begini Reaksi PDIP, Golkar, dan Demokrat

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RESPONS ELITE PARPOL — Kolase foto Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani (kiri), Sekjen Partai Golkar Sarmuji (tengah), dan Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron (kanan), saat memberikan pernyataan terkait isu perombakan kabinet (reshuffle kabinet) di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Para petinggi partai ini kompak menegaskan bahwa keputusan reshuffle yang dikabarkan menyasar lima menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Isu perombakan atau reshuffle kabinet di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali berhembus kencang pasca-libur Lebaran 2026.

Kabar ini memicu respons beragam dari para elit partai politik besar, mulai dari PDIP, Golkar, hingga Demokrat.

Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi dingin kabar burung tersebut. Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026), Puan menegaskan bahwa urusan kabinet sepenuhnya berada di tangan kepala negara.

"Hak prerogatif Presiden, silakan tanya ke Istana. Makasih,” tegas Puan singkat kepada awak media.

Golkar dan Demokrat Mengaku Belum Ada Instruksi

Di lokasi yang sama, Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, menyatakan pihaknya belum mendapatkan informasi resmi mengenai agenda perombakan dalam waktu dekat.

Ia mengaku belum sempat berkoordinasi dengan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, yang baru saja mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan luar negeri.

"Enggak, saya belum dengar. Yang kali ini saya belum dengar. Dan saya belum ketemu Ketua Umum untuk menanyakan pasca Ketua Umum mendampingi Presiden ke Rusia dan Prancis. Mudah-mudahan saya segera bisa ketemu dan bisa menanyakan," ujar Sarmuji.

Senada dengan Golkar, Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, juga mengaku belum mengetahui rencana pasti pergeseran posisi menteri.

Meski demikian, ia menekankan bahwa Presiden memiliki otoritas penuh untuk menentukan komposisi pembantunya demi kelancaran pembangunan.

"Jadi, Pak Presiden ini ya akan melakukan reshuffle atau tidak, memilih siapa, ya itu adalah urusannya beliau. Sehingga kita serahkan saja supaya juga beliau bisa kerja dengan nyaman dan mampu untuk bisa melewati berbagai tantangan dalam pembangunan ini," pungkas Herman.

Baca juga: Andina Narang: Komunikasi NasDem-Gerindra Cerminkan Kedewasaan Politik

Sinyal dari Istana: "Tunggu Saja"

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah memberikan kode keras mengenai kepastian perombakan ini.

Saat ditemui di Istana Kepresidenan pekan lalu, Teddy mengisyaratkan bahwa momentum pelantikan wajah baru di kabinet hanya tinggal masalah waktu.

“Tunggu saja. Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujar Teddy singkat saat ditanya apakah eksekusi reshuffle akan dilakukan dalam pekan ini.

Isu reshuffle jilid VI ini sebenarnya sudah mencuat sejak akhir tahun 2025.

Perombakan kabinet ini diperkirakan akan menyasar lebih dari lima kementerian strategis. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini