News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Naik

Yang Perlu Dipahami Tentang Kenaikan BBM Non-Subsidi Menurut Pengamat Energi dan Migas

Penulis: Willem Jonata
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARGA BBM NAIK - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi setelah sebelumnya sempat menahan harga di awal April. Jenis BBM yang naik yaitu RON 98/Pertamax turbo, CN 51/Dexlite, DAN CN 53/PERTAMINA Dex. TRIBUNNEWS/SRIHANDRIATMO MALAU/BAYU PRIADI

Ringkasan Berita:

  • Pertamina per Sabtu (18/4/2026) telah resmi mengumumkan kenaikan harga untuk jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite
  • Pengguna BBM non-subsidi ini adalah masyarakat kelas menengah ke atas yang dinilai memiliki daya beli cukup kuat
  • Langkah Pemerintah dinilai sebagai keputusan sulit, namun perlu diambil guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi global

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pengamat energi dan migas, Hadi Ismoyo, meminta masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas, diharapkan memahami keputusan pemerintah dalam menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. 

Langkah ini, menurut dia, dinilai sebagai keputusan sulit, namun perlu diambil guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi global.

Sebagaimana diketahui, Pertamina per Sabtu (18/4/2026) telah resmi mengumumkan kenaikan harga untuk jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik menjadi Rp 23.600 dan Rp 23.900 per liter.

Hadi Ismoyo, selaku Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), menekankan bahwa kenaikan ini hanya menyasar jenis BBM kelas premium yang konsumsinya tidak sampai 10 persen dari total populasi pengguna BBM di tanah air.

Secara mayoritas, pengguna jenis bahan bakar ini adalah masyarakat kelas menengah ke atas yang memiliki daya beli cukup kuat.

"Diharapkan konsumen Pertamina Dex dan Pertamax Turbo bisa mengerti kesulitan dan beban pemerintah saat ini dalam menghadapi krisis energi. Kelompok ini memiliki daya beli yang memadai untuk menyerap penyesuaian harga tersebut," ujar Hadi.

Hadi menilai pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan seleksi yang hati-hati sebelum memutuskan kenaikan harga. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat bawah tidak terkena dampak langsung dari gejolak harga energi dunia.

"Apa yang dilakukan pemerintah ini tentunya sudah dilakukan dengan hati-hati. Tujuannya agar masyarakat kecil yang mayoritas menggunakan BBM subsidi tetap terlindungi," tambah Sekjen Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) tersebut.

Selain penyesuaian harga, Hadi mengapresiasi langkah pemerintah yang proaktif dalam memperjuangkan ketahanan energi, termasuk upaya mencari pasokan baru dari Rusia.

Hal ini dianggap krusial agar pasokan domestik tetap terkendali meski situasi di Timur Tengah kembali memanas.

Sebagai solusi jangka panjang, Hadi mengajak masyarakat untuk mulai mendukung kampanye penghematan energi dan efisiensi.

Ia mendorong percepatan konversi dari BBM ke tenaga listrik, baik untuk kendaraan motor maupun kompor rumah tangga.

Baca juga: Kendaraan Listrik Kena Pajak, Pemprov DKI Siapkan Insentif Fiskal

"Kita mendukung penuh kampanye penghematan, konversi BBM ke gas maupun listrik, serta pendistribusian BBM dan LPG subsidi agar tepat sasaran dengan pengawalan ketat dari aparat penegak hukum," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini