Bahas Pelecehan di Kampus, Komisi X DPR Gelar Rapat Tertutup dengan Rektor UI hingga ITB
Ringkasan Berita:
- Komisi X DPR mengadakan RDP tertutup untuk membahas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi serta implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
- Rapat melibatkan Kemdiktisaintek, pimpinan PTN besar, dan perwakilan mahasiswa guna mendalami isu-isu sensitif secara lebih terbuka.
- Tidak hanya unsur pimpinan, perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masing-masing kampus juga hadir di ruang rapat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Rapat ini secara khusus menyoroti implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024.
Rapat yang dihadiri oleh jajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta pimpinan dari empat perguruan tinggi negeri (PTN) besar ini dinyatakan tertutup untuk umum.
Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menjelaskan bahwa keputusan menggelar rapat secara tertutup diambil agar pendalaman terhadap sejumlah kasus atau informasi sensitif dapat dilakukan secara lebih leluasa.
"Supaya kita bisa lebih rapatnya lebih bisa mengeksplorasi berbagai hal yang mungkin menyangkut nama-nama ataupun, mungkin lebih bagus tertutup ya? Iya baik kita lakukan rapat ini tertutup untuk umum," kata Hetifah.
Dalam rapat tersebut, sejumlah pejabat tinggi Kemdiktisaintek hadir.
Diantaranya Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Badri Munir Sukoco, Plt Inspektur Jenderal Nur Syarifah, serta Plt Sekretaris Dirjen Dikti Med Setiawan.
Selain dari pihak kementerian, Komisi X juga mengundang pimpinan dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan IPB University.
Hadir secara langsung Rektor UI Herry Hermansyah, Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, serta perwakilan pimpinan dari ITB dan IPB University.
Tidak hanya unsur pimpinan, perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masing-masing kampus juga hadir di ruang rapat.
Baca tanpa iklan