TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyebab penyakit menular seperti campak terus muncul di Indonesia.
Hal ini disampaikan Budi saat rapat bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Senin (20/4).
1. Penyakit dengan Daya Tular Tinggi
Penyakit campak bukanlah penyakit baru. Penyakit lama ini sering muncul lantaran karakter virus yang terus berkembang.
Campak memiliki tingkat penularannya yang sangat tinggi. Reproduction rate-nya bisa mencapai 15 hingga 18.
"Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 15-18 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Campak ini salah satu penyakit paling mudah menyebar di dunia," ungkap dia.
2. Cakupan Vaksinasi Belum Optimal
Budi menuturkan, campak merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksin campak sudah tersedia dan terbukti efektif.
Sayangnya, cakupan vaksinasi campak di Tanah Air rendah.
Baca juga: Penyakit Campak dan Polio Bangkit Lagi, IDAI Singgung Cakupan Imunisasi
"Saat ada outbreak atau wabah, berarti cakupan vaksinasinya rendah," ujar BGS.
Hal ini dikarenakan gangguan layanan saat pandemi covid-19 dan keraguan masyarakat terhadap vaksin.
Saat pandemi lalu fokus pemerintah adalah mengencarkan vaksinasi Covid-19, sehingga imunisasi rutin, termasuk campak terlewatkan.
Ia juga menyoroti keraguan orangtua untuk membawa buah hati vaksinasi campak diantaranya karena terkait isu kehalalan vaksin.
"Ini yang mempengaruhi keputusan orangtua ada isu halal dan haram vaskin. Sehingga mereka ragu," ujar dia.
Baca tanpa iklan