Ringkasan Berita:
- Guru Besar IPB University, Hermanto Siregar memastikan data pemerintah akurat, diperkuat hasil sidak Prabowo Subianto ke gudang Perum Bulog yang terisi penuh.Stok nasional mencapai sekitar 4,8 juta ton dari akumulasi cadangan dan panen yang masih berlangsung, dengan potensi bertambah saat puncak panen.
- Dengan stok besar dan panen berlanjut, Indonesia berpeluang tidak impor beras tahun ini, selama tidak ada gangguan iklim ekstrem seperti El Nino.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar IPB University, Hermanto Siregar memastikan bahwa data stok beras nasional yang disampaikan pemerintah dapat dipercaya karena telah melalui verifikasi.
Pernyataan tersebut merujuk pada inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ke gudang Perum Bulog di Magelang pada Sabtu (18/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden mendapati kondisi gudang yang terisi penuh dengan kapasitas mencapai 7.000 ton beras.
Menurut Hermanto, temuan di lapangan itu menjadi bukti bahwa data yang disampaikan pemerintah, baik oleh Kementerian Pertanian maupun Perum Bulog, sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia menjelaskan, sidak yang dilakukan secara mendadak menjadi bentuk verifikasi langsung.
"Hasil sidak Presiden memang menunjukkan gudang terisi penuh, jadi kunjungan Presiden ke gudang Bulog istilahnya memverifikasi," ungkapnya dalam keterangan, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, Hermanto menilai bahwa memanipulasi data pangan merupakan langkah yang sangat berisiko bagi pemerintah, karena dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.
Oleh sebab itu, ia meyakini angka stok beras yang disampaikan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Ia juga menguraikan bahwa angka cadangan beras nasional sebesar 4,8 juta ton merupakan hasil perhitungan yang terukur, berasal dari akumulasi stok sebelumnya, dikurangi distribusi, serta ditambah hasil panen yang berlangsung sejak awal tahun 2026.
“Hingga April ini panen masih berlangsung. Artinya stok beras akan terus bertambah, terutama saat puncak panen April–Mei, dan kembali meningkat pada musim panen berikutnya di Agustus–September,” jelasnya.
Hermanto turut memaparkan mekanisme pengelolaan stok oleh Perum Bulog.
Saat musim panen, Bulog menyerap gabah atau beras dari petani guna memperkuat cadangan.
Sebaliknya, ketika pasokan di pasar menurun, Bulog akan menyalurkan stok melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Dengan stok yang mencapai 4,8 juta ton, ia menilai peluang Indonesia untuk tidak melakukan impor beras pada tahun ini cukup besar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tetap dipengaruhi faktor iklim.
Menurutnya, selama tidak terjadi fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino yang parah, peluang untuk memenuhi kebutuhan beras tanpa impor masih sangat terbuka, terlebih dengan adanya tambahan panen pada Agustus mendatang.
Ia menambahkan, sidak yang dilakukan Presiden menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap data pangan nasional, sekaligus menjawab keraguan terkait capaian swasembada pangan.
“Melalui sidak tersebut, Presiden memverifikasi langsung kondisi di lapangan. Ini penting untuk menjawab keraguan publik mengenai ketersediaan beras dan upaya swasembada pangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Sidak dilakukan usai menghadiri dan memberikan arahan kepada 503 ketua DPRD dari seluruh Indonesia di Akademi Militer Magelang.
Setibanya di lokasi, Prabowo meninjau kondisi cadangan pangan nasional. Prabowo ingin memastikan stok beras aman dan siap disalurkan kepada masyarakat.
Ketersediaan pangan disorot Presiden Prabowo di tengah situasi global yang diwarnai krisis energi di sejumlah negara. Kondisi ini terjadi sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Saat ini, Indonesia dinilai berada dalam kondisi yang relatif kuat dan stabil, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harga pagan.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para karyawan di gudang Bulog. Suasana hangat dan akrab terlihat saat Prabowo berbincang singkat dengan para pekerja.
Baca juga: Stafsus Mentan Sentil Pihak yang Ragukan Data Produksi Beras Nasional: Kalau Nggak Tahu, Nanya!
Kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri atas dua unit bangunan dengan total kapasitas mencapai 7.000 ton yang saat ini dalam kondisi terisi penuh.
Baca tanpa iklan