News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Target 2030 Bebas Kanker Leher Rahim, Kemenkes Genjot Imunisasi Nasional HPV

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VAKSIN HPV – Ida Rachmawati Gunadi Sadikin berinteraksi dengan siswa saat Deklarasi Nasional Imunisasi vaksin HPV di SD Negeri 8 Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (9/8/2023). Terkini, pakar epidemiologi Dr. Dicky Budiman menegaskan vaksinasi usia 9–14 tahun memiliki dasar ilmiah yang kuat.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya menghapus kanker leher rahim di Indonesia kini masuk fase percepatan.

Pemerintah menargetkan eliminasi penyakit ini pada 2030, dengan salah satu kunci utama melalui program imunisasi untuk Human Papilloma Virus (HPV) secara nasional.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kanker leher rahim masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, padahal sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS menjelaskan, imunisasi menjadi intervensi paling penting dalam strategi eliminasi.

Baca juga: Anak Ungkap Perjuangan Dina Mariana Lawan Kanker Rahim sejak 2021

“Imunisasi itu intervensi yang dianggap paling efektif dan efisien untuk pencegahan penyakit,” ungkapnya secara virtual dalam acara Kelas Jurnalis 2026:  Perlindungan Sejak Dini dari HPV, untuk Semua di Jakarta Pusat diselenggarakan MSD Indonesia, Selasa (21/4/2026). 

Strategi Global: 90-70-90 untuk Eliminasi HPV

Dalam upaya eliminasi, Indonesia mengikuti target global yang telah ditetapkan.

Tiga indikator utama menjadi acuan:

  • Sembilan puluh persen anak mendapatkan vaksin HPV pada usia 15 tahun.
  • Tujuh puluh persen perempuan usia 35-45 tahun menjalani skrining
  • Sembilan puluh persen pasien yang memiliki lesi pra kanker atau kanker serviks menerima perawatan dan pengobatan. 

Jika target ini tercapai, maka penyebaran kanker leher rahim bisa ditekan secara signifikan hingga mendekati nol kasus.

Program imunisasi HPV sendiri masuk dalam pilar pertama, yaitu layanan kesehatan, sebagai upaya pencegahan utama.

Program Nasional Dimulai dari Sekolah

Pelaksanaan imunisasi HPV di Indonesia dilakukan secara bertahap.

Dimulai sejak 2016 di satu provinsi, program ini terus diperluas hingga akhirnya menjadi program nasional.

“Di 2023, ini sudah bisa dilakukan nasional,” jelas dr. Indri.

Sasaran utamanya adalah anak usia sekolah dasar, khususnya kelas 5 dan 6. Pendekatan ini dipilih karena dianggap paling efektif menjangkau kelompok usia target dalam jumlah besar sekaligus.

Salah satu perubahan penting dalam program ini terjadi pada 2025.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini