Ringkasan Berita:
- Cak Imin memimpin rapat lintas kementerian di Jakarta, Senin siang.
- Rapat digelar saat isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo menguat.
- Sejumlah menteri dan kepala lembaga hadir dalam pertemuan tertutup.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Menara BP Jamsostek, Jakarta, Senin (27/4/2026), di tengah menguatnya isu perombakan atau reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Rapat yang dimulai sekitar pukul 14.15 WIB itu membahas evaluasi capaian pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan.
Sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga tampak hadir.
Di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.
Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, hingga Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.
"Hari ini kita bersama-sama bisa hadir dalam rangka rapat evaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025," kata Cak Imin saat membuka rapat.
"Luar biasa kesungguhan dan upaya-upaya yang telah dilakukan, terutama juga hadir di dalam rapat besar yang sangat penting pada hari ini," lanjutnya.
Baca juga: Datang ke Istana, Hasan Nasbi akan Dilantik Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Menurut Cak Imin, pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 menunjukkan perkembangan dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem.
Kemiskinan Ekstrem Menurun
Cak Imin menyebut angka kemiskinan ekstrem turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.
Sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem, kata dia, telah beralih ke kategori di atas garis kemiskinan ekstrem.
"Sehingga penduduk miskin ekstrem kita menjadi berjumlah 2,2 juta orang, dari sebelumnya 3,56 juta orang. Ini patut kita syukuri, sekaligus kita masih memiliki tanggungan 2,2 juta dari yang sebelumnya 3,56 juta orang," ujarnya.
Setelah memaparkan data tersebut, Cak Imin mempersilakan awak media meninggalkan ruang rapat. Pertemuan selanjutnya berlangsung tertutup.
Berlangsung Saat Isu Reshuffle
Rapat itu digelar saat isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto mengemuka.
Pada hari yang sama, sejumlah tokoh terlihat mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka antara lain Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Komisaris PT Pertamina (Persero) Hasan Nasbi, serta politikus senior dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana mengenai agenda para tokoh tersebut maupun kemungkinan adanya perombakan kabinet.
Baca tanpa iklan