“Mahasiswa didorong untuk memahami proses bisnis, mengasah kreativitas, serta mengembangkan ide menjadi produk yang bernilai,” katanya.
Sementara itu, fasilitas olahraga seperti Hall Badminton dinilai berperan dalam membentuk karakter. Melalui aktivitas fisik, mahasiswa belajar tentang disiplin, sportivitas, kerja sama, hingga kemampuan menghadapi kemenangan dan kekalahan.
“Nilai-nilai seperti disiplin, sportivitas, kerendahan hati dalam kekalahan, serta kebesaran jiwa dalam kemenangan sering kali tumbuh dari aktivitas di luar kelas,” ujarnya.
Anggota Pembina Yayasan Menara Bhakti, Rindangsari Kurniawati, menilai pembangunan fasilitas pendidikan perlu dilihat sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi masa depan.
Menurutnya, lingkungan yang tepat menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi mahasiswa.
“Tanpa dukungan ekosistem yang baik, kemampuan individu tidak akan berkembang secara optimal,” katanya.
Baca juga: Pimpinan Komisi X DPR: Ekosistem Pendidikan Tinggi Harus Sehat, Tak Boleh Bersaing Secara Kuantitas
Ia menambahkan, potensi tidak akan berkembang tanpa lingkungan yang tepat. “Kita tidak bisa meminta mahasiswa bertumbuh tanpa menyiapkan ‘tanahnya’,” ujarnya.
Baca tanpa iklan