News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Memilih Daycare Aman dan Layak Menurut Dokter Anak

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DUGAAN KEKERASAN - Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang terletak di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, viral usai digerebek aparat kepolisian. Dari total 103 anak yang tercatat pernah dititipkan di ittle Aresha, 53 di antaranya terverifikasi mengalami kekerasan.

Ringkasan Berita:

  • Prinsipnya, daycare adalah tempat yang bertujuan dan mempunyai nilai-nilai tentang hakikat perkembangan anak itu sendiri
  • Orang tua tidak bisa sembarangan memilih daycare. Ada sejumlah hal penting yang perlu dicek sebelum memutuskan menitipkan anak di daycare
  • Idealnya, daycare memiliki area terpisah seperti ruang bermain, ruang belajar, ruang istirahat, hingga ruang makan. Namun, daycare adalah mitra pengasuhan, bukan pengganti peran orang tua sepenuhnya

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memilih daycare bukan sekadar mencari tempat untuk “menitipkan” anak saat orang tua bekerja. 

Lebih dari itu, keputusan ini berkaitan langsung dengan tumbuh kembang, kesehatan, hingga keselamatan anak.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Fitri Hartanto, SpA, Subsp TKPS(K), mengingatkan bahwa daycare harus dipahami sebagai bagian dari sistem pengasuhan, bukan sekadar tempat penjagaan.

“Daycare adalah tempat yang bertujuan dan mempunyai nilai-nilai tentang hakikat perkembangan anak itu sendiri. Bagaimana peran pengasuhan anak serta metode di dalam pemenuhan sebagian kebutuhan dasar anak. Sehingga anak tetap mendapatkan kebutuhan dasar yang optimal,” jelasnya pada media briefing virtual, Kamis (30/4/2026). 

Karena itu, orang tua tidak bisa sembarangan memilih. Ada sejumlah hal penting yang perlu dicek sebelum memutuskan menitipkan anak di daycare.

Checklist Penting: Keamanan Fisik hingga Sistem Pengasuhan

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah keamanan fisik lingkungan daycare. Orang tua perlu memastikan tempat tersebut memiliki sistem keamanan yang memadai, termasuk pengawasan seperti CCTV yang bisa diakses.

Lingkungan juga harus aman dan tidak sempit, terutama area bermain anak. Selain itu, pembagian ruang juga menjadi indikator penting kualitas daycare.

Idealnya, daycare memiliki area terpisah seperti ruang bermain, ruang belajar, ruang istirahat, hingga ruang makan.

Tidak kalah penting, pemisahan antara anak sehat dan anak sakit juga harus diperhatikan. Jika tidak, risiko penularan penyakit akan tinggi.

Kondisi ini sering terjadi di lapangan, di mana anak yang baru sembuh justru kembali sakit karena bercampur dengan anak lain yang sedang sakit.

Rasio Pengasuh dan Kompetensi Jadi Penentu

Tidak hanya fasilitas, kualitas pengasuh juga menjadi faktor krusial. Rasio pengasuh dan anak harus sesuai, terutama untuk anak usia di bawah dua tahun.

Selain itu, kompetensi pengasuh tidak bisa ditawar. Pengasuh harus memahami aspek psikologi anak, pendidikan, hingga kesehatan dasar.

“Guru daycare adalah profesi yang mestinya sudah kompeten di dalam bertanggung jawab merawat, mendidik, memimpin anak-anak sesuai dengan teori-teori perkembangan anak,” tegasnya.

Pengasuh juga harus mampu menangani kondisi darurat seperti tersedak, kejang, atau kecelakaan ringan sebelum mendapat bantuan medis.

Hal lain yang sering luput adalah legalitas dan administrasi daycare.

Orang tua perlu memastikan daycare memiliki izin operasional yang jelas serta sistem pengelolaan yang transparan.

Jika daycare menolak memberikan akses untuk melihat aktivitas anak atau interaksi pengasuh, hal ini patut menjadi tanda tanya besar.

Orang tua juga berhak mengetahui bagaimana pengasuh merespons anak yang rewel atau mengalami kesulitan.

Jangan Abaikan Interaksi dan Pendekatan Pengasuhan

Daycare yang baik tidak bersifat otoriter. Interaksi antara pengasuh dan anak harus bersifat positif, hangat, dan komunikatif.

Pendekatan pembelajaran pun seharusnya berbasis permainan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Pendekatan yang dipakai di dalam daycare bisa diambil inti-intinya sebagai pendekatan yang holistik dari semua aspek anak harus distimulasi, kemudian fokus tetap pada tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

Orang Tua Tetap Harus Mengawasi

Meski sudah memilih daycare terbaik, tanggung jawab orang tua tidak berhenti. Orang tua tetap harus memantau dan memastikan kebutuhan anak benar-benar terpenuhi.

“Pada saat orang tua meminta anaknya diasuh, tetap orang tua itu yang akan memonitor apa yang akan didapat pada saat anak ini diasuhkan oleh institusi,” tegasnya.

Dengan kata lain, daycare adalah mitra pengasuhan, bukan pengganti peran orang tua sepenuhnya.

Di tengah meningkatnya kasus kekerasan pada anak, memilih daycare bukan lagi soal kenyamanan semata, tetapi soal perlindungan.

Kesalahan memilih bisa berdampak panjang, mulai dari gangguan kesehatan hingga trauma.

Karena itu, checklist memilih daycare bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangannya.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini