News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesan Pemerintah Sering Tak Dibaca? Komdigi: Humas Wajib Kreatif dan Visual

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOMUNIKASI PUBLIK - Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) menggelar Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten di Jakarta. Kegiatan ini mendorong humas pemerintah menghadirkan pesan publik yang lebih kreatif, visual, dan mudah dipahami masyarakat.

Ringkasan Berita:

  • Komdigi menilai pola konsumsi informasi publik kini semakin cepat dan visual.
  • Humas pemerintah dituntut kreatif agar pesan negara dibaca dan dipahami.
  • Katadata menekankan pentingnya visualisasi data dalam komunikasi publik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transformasi digital mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi.

Di tengah banjir konten yang muncul setiap detik, humas pemerintah menghadapi tantangan baru: memastikan pesan negara tidak hanya sampai, tetapi juga benar-benar dibaca, dipahami, dan relevan bagi publik.

Perubahan perilaku audiens menjadi salah satu faktor utama.

Masyarakat kini cenderung mengakses informasi secara cepat, memilih konten singkat, visual, dan mudah dipahami ketimbang teks panjang.

Perwakilan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Angki Kusumadewi, mengatakan pola konsumsi informasi publik telah berubah signifikan.

"Masyarakat kini cenderung melakukan scanning, serta lebih menyukai konten audiovisual dibandingkan teks panjang," ujar Angki dalam kegiatan Aksi Bakohumas Masterclass Pengelolaan Konten, dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).

Menurut dia, humas pemerintah tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi secara normatif.

Di era digital, humas dituntut mampu mengemas pesan publik secara kreatif, sederhana, dan relevan agar tidak tenggelam di tengah derasnya arus konten.

"Intinya bagaimana humas bisa kreatif di tengah terpaan konten digital yang begitu masif, sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya sampai, tetapi juga bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat," katanya.

Baca juga: Menteri PPPA Minta Maaf Soal Usul Gerbong Wanita di KRL: Saya Tak Berniat Abaikan Keselamatan

Data Penting Kerap Kalah oleh Kemasan

Tantangan komunikasi publik, lanjut Angki, bukan semata soal kecepatan distribusi, melainkan juga efektivitas penyampaian.

Hal senada disampaikan narasumber dari Katadata, Muhammad Yana.

Ia menilai banyak data penting justru gagal menjangkau audiens bukan karena kualitas datanya, melainkan karena penyajiannya kurang menarik.

"Bayangkan kita punya data yang sahih dan penting, tapi setelah dipublikasikan tidak ada yang membaca. Pertanyaannya, yang salah datanya atau kemasannya?" ujar Yana.

Menurut dia, kemampuan mengolah data menjadi konten visual kini menjadi kebutuhan mendasar bagi humas pemerintah.

Ketika informasi disajikan dalam teks yang panjang dan kompleks, publik cenderung melewatinya. Sebaliknya, visual yang kuat mampu menyederhanakan informasi rumit sekaligus meningkatkan pemahaman.

"Ketika kita terjebak pada teks yang panjang dan kompleks, pembaca akan kesulitan. Sebaliknya, visual yang kuat mampu merangkum informasi, membuatnya lebih menarik, dan akhirnya pesan bisa sampai," jelasnya.

Baca juga: Komdigi Didesak Perketat Pengawasan Film Digital Bermuatan Sensualitas

Humas Tak Lagi Sekadar Penyampai Informasi

Narasumber lain dari Katadata, Maria Margareta Delviera, menekankan bahwa keberhasilan komunikasi publik kini bergantung pada kemampuan memadukan validitas data dengan kreativitas penyajian.

Melalui program Aksi Bakohumas, pemerintah mendorong transformasi humas menjadi jembatan strategis antara negara dan masyarakat.

Peran humas pun berkembang, dari sekadar penyampai informasi menjadi kreator pesan publik yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan perilaku audiens.

Dengan pendekatan yang lebih visual, sederhana, dan relevan, diharapkan pesan-pesan strategis pemerintah dapat menjangkau masyarakat lebih luas serta dipahami secara lebih efektif di era digital.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini