TRIBUNNEWS.COM – Tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan, termasuk di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, yang menilai kedua aspek tersebut berperan penting dalam mendorong BUMN untuk terus tumbuh, bertransformasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Afriansyah, BUMN memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Peran ini tercermin dari kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, menyediakan layanan publik, serta memperkuat berbagai sektor penting.
Oleh karena itu, BUMN dituntut untuk menjalankan bisnis secara profesional, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga mencontohkan peran tersebut melalui PT Citilink Indonesia, yang merupakan bagian dari grup Garuda Indonesia. Maskapai ini dinilai turut mendukung konektivitas nasional sekaligus memperkuat sektor transportasi udara di Tanah Air.
“Perusahaan seperti Citilink memiliki peran penting, bukan hanya dalam layanan transportasi, tetapi juga dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT Citilink Indonesia dan Serikat Karyawan Citilink (Sekaci) di Kota Tangerang, Banten, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: May Day 2026, Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Strategis Perlindungan Pekerja
Afriansyah menilai langkah transformasi yang tengah berjalan di berbagai BUMN harus diarahkan untuk menciptakan perusahaan negara yang efisien, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut tata kelola yang baik merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan usaha.
Selain aspek manajerial, Afriansyah juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan pekerja. Menurutnya, stabilitas hubungan kerja akan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas perusahaan.
Ia meminta para pekerja agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan pemutusan hubungan kerja maupun pengurangan pegawai.
“Saya ingin memastikan pekerja mendapatkan perlindungan dan kepastian. Jangan mudah percaya pada isu yang belum tentu benar,” katanya.
Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro mengungkapkan, kesepahaman yang terbangun melalui PKB diharapkan mampu menyelaraskan arah dan tujuan perusahaan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong pencapaian kinerja yang optimal.
“PKB hari ini merupakan hasil dari proses dialog yang konstruktif, dilandasi keterbukaan, serta semangat untuk saling memahami dan menghargai antara perusahaan dan serikat pekerja,” ujarnya.
Baca juga: Wamenaker Dorong Kompetisi Teknisi Perangkat Digital Perluas Lapangan Kerja
Baca tanpa iklan