News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Sidang Kasus Andrie Yunus, Soleman Ponto Bongkar 7 Unsur Penting Operasi Intelijen Resmi

Penulis: Gita Irawan
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aktivis KontraS Disiram Air Keras - Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode Januari 2011 sampai 16 September 2013, Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B Ponto dihadirkan ke persidangan sebagai ahli oleh tim penasihat hukum terdakwa serangan diduga air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia dihadirkan bersama dua ahli lainnya yakni Psikolog Forensik Reza Indragiri dan Psikolog Pusat Psikologi TNI Kolonel Arh Agus Syahruddin dalam sidang pada Kamis (7/5/2026). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode Januari 2011 sampai 16 September 2013, Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B Ponto dihadirkan ke persidangan sebagai ahli oleh tim penasihat hukum terdakwa serangan diduga air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Soleman dihadirkan bersama dua ahli lainnya yakni Psikolog Forensik Reza Indragiri dan Psikolog Pusat Psikologi TNI Kolonel Arh Agus Syahruddin dalam sidang pada Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Kebohongan Terkuak! Serda Edi Buat Cerita Palsu soal Luka hingga Bikin Atasan BAIS TNI Geram

Dalam sidang Ponto membacakan Standar Operasi Intelijen Strategis TNI atau BAIS TNI sesuai dengan ingatannya yang dituangkan ke dalam tulisan.

"Saya akan bacakan, karena sudah 13 tahun saya meninggalkan kalibata, tapi ingatan saya, saya tuangkan dalam tulisan ini," ujar Ponto.

Baca juga: Eks Kabais TNI: Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Bukan Operasi Intelijen, Tapi Kenakalan 

Dalam doktrin intelijen militer, kata dia, operasi intelijen bukanlah tindakan spontan, emosional, apalagi dilakukan secara perorangan tanpa struktur komando.

Operasi intelijen militer menurutnya adalah kegiatan yang dirancang secara sistematis, bertingkat, terukur, dan berbasis pada tujuan strategis negara.

Di lingkungan TNI, khususnya BAIS TNI, setiap operasi intelijen pada prinsipnya memiliki beberapa unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan.

Pertama, kata dia, adanya tujuan strategis yang jelas.

Operasi intelijen, menurut dia, tidak pernah dilakukan tanpa sasaran dari negara atau sasaran pertahanan yang terukur. 

Setiap operasi, kata dia, harus memiliki tujuan yang berkaitan dengan kepentingan keamanan negara, pertahanan negara, stabilitas strategis, perlindungan objek vital nasional, kontra-intelijen, atau kepentingan operasi militer tertentu. 

"Karena itu, tindakan yang lahir hanya dari emosi pribadi, dendam pribadi, atau reaksi spontan individu pada prinsipnya tidak memenuhi karakter operasi intelijen strategis," lanjut Ponto.

Kedua, adanya rantai komando dan otorisasi. 

Baca juga: 4 Anggota BAIS Tidak Berjaga Saat Andrie Yunus Terobos Rapat RUU TNI di Hotel Mewah

Ponto mengatakan operasi intelijen militer selalu berada pada garis komando di mana ada perintah, ada pengendalian, ada pembagian tugas, dan ada pertanggungjawaban struktural. 

Dalam praktik intelijen strategis, kata dia, operasi tidak berdiri atas kehendak individu lapangan. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini