News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Said Didu Tuding Kelompok 'Jokower' Dorong Pemakzulan Prabowo

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TUDING TERMUL - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis? di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Fersianus Waku)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyatakan pihak yang sebenarnya menginginkan pemakzulan terhadap Presiden Prabowo Subianto adalah kelompok "Jokower" dan "Termul" (Ternak Mulyono).

Istilah "Termul" yang merupakan akronim dari "Ternak Mulyono", tersebut mengacu pada istilah yang digunakan kepada para loyalis atau pendukung setia Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Judul (diskusi) ini saya pikir yang paling senang dengan judulnya adalah Termul dan Jokower. Karena merekalah yang sebenarnya yang ingin memakzulkan Prabowo. Bukan orang-orang yang ada dalam ruangan ini," kata Said dalam diskusi bertajuk "Apakah Gerakan Pemakzulan Prabowo Itu Realistis?" di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menurut Said, kemarahan kelompok tersebut dipicu oleh keberanian Prabowo yang mulai menyentuh zona nyaman para oligarki dan oknum aparat. 

"Baru kali ini ada presiden yang berani menyentuh oligarki. Dan mereka marah semua kepada Prabowo. Karena politisi busuk berlindung di mereka. Politisi busuk berlindung di oligarki," ujarnya. 

Said juga menyoroti komposisi orang-orang di sekitar Prabowo. Ia menyebut ada lobi khusus yang sengaja menempatkan tokoh-tokoh loyalis Jokowi di ring satu kekuasaan.

"Coba bayangkan ada Jokower ditempatkan dan saya yakin adalah lobi khusus yang menempatkan sekitar Prabowo," ungkapnya. 

Di antara nama yang disebut Said Didu adalah Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (KSP) dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi. 

"Apakah kita harus diam melihat Prabowo dikepung oleh mereka?" tegas Said. 

Said Didu pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN (2005–2010), serta pernah menjadi komisaris di sejumlah BUMN seperti PTPN IV dan PT Bukit Asam Tbk. 

Pada 2014, ia menjadi Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, namun mundur setelah menteri tersebut dicopot pada 2016.

Sejak itu, ia lebih dikenal sebagai pengkritik tajam terhadap kebijakan pemerintah.

Kecewa kepada presiden

Said Didu, mengaku telah mengungkapkan kekecewaannya secara langsung saat bertemu Presiden Prabowo Subianto mengenai cara berpolitik yang dinilai terlalu banyak berkompromi.

"Saya ketemu Prabowo saya bilang, 'Pak Prabowo saya percaya niat Bapak, tapi saya frustasi dengan cara Bapak'. Dan saya bisa gila dengan cara Bapak terlalu berbelok-belok," kata Said.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini