TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi 40 Ormas Islam menegaskan tidak pernah meminta Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Mereka justru berharap proses hukum terhadap Ade Armando dan pihak lain yang dilaporkan dapat berjalan hingga tahap penetapan tersangka dan penahanan.
Pernyataan itu disampaikan perwakilan Aliansi Ormas Islam, Gurun Arisastra dari LBH Syarikat Islam dan SAMMI, saat konferensi pers di Kantor DPP Al Irsyad Al Islamiyyah, Jakarta Selatan.
Gurun menegaskan laporan terhadap Ade Armando, Grace Natalie, hingga Permadi Arya tidak berkaitan dengan jabatan politik maupun kepartaian.
“Kami tegaskan bahwa sejak kami melaporkan ini, beliau-beliau, kapasitas dari Ade Armando, Grace Natalie ini dilaporkan dalam kapasitas person atau pribadi, bukan kapasitas dalam jabatan politik,” kata Gurun, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh aliansi didasarkan pada dugaan adanya unsur pidana, bukan kepentingan politik tertentu.
Baca juga: Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando, Singgung soal Kebebasan Berpendapat
“Kami tegaskan bahwa dilaporkan secara kapasitas person atau personal, tidak jabatan politik,” ujarnya.
Gurun bahkan menegaskan pihaknya tidak memiliki kepentingan terhadap posisi Ade Armando di PSI.
Ia menyebut mundur atau tidaknya Ade dari partai bukan tujuan utama laporan tersebut.
“Bahkan l, bukan harapan kami, bukan tujuan kami mundurnya Ade Armando atau mungkin dipecat dari PSI. Itu bukan harapan kami,” kata Gurun.
Baca juga: Aliansi Ormas Islam Polisikan Ade Armando, Grace Natalie & Abu Janda soal Potongan Video Ceramah JK
Dia menekankan, fokus utama Aliansi Ormas Islam adalah proses penegakan hukum oleh aparat kepolisian.
“Harapan kami adalah proses penegakan hukum. Ade Armando segera dan kawan-kawan diperiksa, ditetapkan tersangka, dan ditahan,” ucapnya
Ade Armando Mundur dari PSI
Pegiat media sosial, Ade Armando menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak Senin (4/6/2026) malam.
Hal tersebut dikatakan Ade Armando dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026).
"Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya. tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur menurut saya demi kebaikan bersama," kata Ade Armando.
Baca tanpa iklan