News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Masalah Energi Sangat Mendesak

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JAS KREM PRABOWO — Sultan Hassanal Bolkiah, Presiden RI Prabowo Subianto, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menghadiri pembukaan KTT BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). Jas krem yang dikenakan Prabowo tampak menonjol di tengah dominasi setelan gelap para pemimpin ASEAN.

Ringkasan Berita:

  • Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BIMP-EAGA Cebu menekankan urgensi ketahanan energi di tengah tekanan global dan geopolitik. 
  • Ia mendorong pengembangan energi terbarukan di kawasan, seperti tenaga air, surya, dan angin, serta memperkuat konektivitas listrik Trans Borneo. 
  • Prabowo juga menegaskan pentingnya dukungan pendanaan, keahlian teknis, dan kemitraan regional, serta mengingatkan ketahanan pangan sebagai isu mendasar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang merupakan bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, (7/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti isu ketahanan energi sebagai tantangan utama yang mendesak untuk dihadapi bersama.

Menurut Presiden Prabowo, tekanan global yang meningkat serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi bukan lagi sekadar tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus segera direspons.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Presiden.

 

Kepala Negara menyampaikan bahwa kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal. 

Presiden Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Beberapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Presiden Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya. “Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.

Selain pengembangan energi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi dapat berjalan lebih efisien di kawasan. Presiden menilai seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.

Baca juga: Jas Krem Buat Prabowo Tampil Beda di KTT ASEAN Filipina

“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi isu mendasar yang harus menjadi perhatian bersama negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.

“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini