TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan keresahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait persoalan sampah yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Hal itu disampaikan Zulhas saat menghadiri deklarasi ‘Gerakan Pilah Sampah’ di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, persoalan sampah menjadi perhatian serius Presiden.
Baca juga: Menko Zulhas: Memilah Sampah di Rumah Itu Berat, Tapi Jadi Listrik
Sebab Indonesia tengah menargetkan berbagai program besar.
“Soal sampah ini menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Karena kita melakukan hal-hal besar, hal-hal yang mendasar menjadi kebijakan utama Bapak Presiden, antara lain kita harus swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi,” kata Zulhas.
Namun, ia menilai persoalan mendasar seperti sampah justru belum tertangani dengan baik.
“Tapi di mana-mana kelihatannya sampah. Presiden betul-betul risau, tidak mungkin kita menjadi bangsa yang maju dan hebat kalau mengelola sampah saja kita tidak bisa,” ujarnya.
Zulhas kemudian menceritakan momen saat rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri, ketika Presiden mempertanyakan lambatnya penyelesaian persoalan sampah di Indonesia.
“Pada satu kesempatan ratas yang dihadiri banyak menteri, Presiden mengatakan, ‘Kenapa sudah 80 tahun sampah enggak selesai-selesai?’” ucapnya.
Zulhas menyebut lambatnya penanganan sampah selama ini dipengaruhi rumitnya proses perizinan pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy.
Menurutnya, dalam 11 tahun terakhir hanya ada dua proyek pengelolaan sampah yang izinnya berhasil selesai.
Diketahui, acara deklarasi yang dihadiri Zulhas ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengubah pola pengelolaan sampah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong agar sistem pengelolaan sampah di Jakarta ke depan tidak lagi hanya mengangkut dan membuang seluruh sampah ke pembuangan akhir.
Pramono meyakini sistem pemilahan sampah dapat mengurangi beban penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
“Kalau sekarang kan semuanya angkut, dumping di Bantargebang. Sekarang kita mulai dengan dipilah terlebih dahulu, organik dan anorganik dipisahkan,” kata Pramono dalam sambutannya.
Baca tanpa iklan