News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

KSP Dudung Sidak SPPG di Jakarta Barat, 2 Dapur MBG Terancam Ditutup

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SIDAK SPPG - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Petamburan dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). Dalam sidak tersebut, Dudung menilai dua dapur yang diperiksanya tidak layak operasional karena tidak memenuhi standar kesehatan dan sanitasi.

"Karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden, ya salah satunya MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, dan itu nanti akan kita cek."

"Maka, saya akan mengaktifkan kembali berkolaborasi dengan stakeholder terkait."

Dudung pun meminta doa agar pengawasan celah potensi korupsi ini bisa berjalan dengan baik.

Ia juga berkomitmen, jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka akan disampaikan pelakunya kepada publik. 

"Minta doanya lah. Nanti dan kalau saya temukan, saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan aja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar, ya. Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu," jelas Dudung.

Dudung juga tidak memungkiri, ada banyak celah potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG, salah satunya adalah dugaan adanya jual beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.

"Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," ungkap Dudung.

Akan tetapi, Dudung belum mau mengungkap celah lain yang berpotensi menjadi pelanggaran hukum. 

Meski demikian, ia mengaku akan terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa adanya potensi penyimpangan, termasuk kasus keracunan maupun buruknya kualitas makanan.

"Ah nanti, banyak, jangan saya buka semua di sini ya," ujar Dudung.

"Nanti itu juga akan ada yang kita temukan. Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan."

(Tribunnews.com/Gilang P/Rizki A./Farryanida Putwiliani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini