"Karena kan program prioritas nasional ini salah satunya adalah untuk memastikan prioritas unggulan dari Bapak Presiden, ya salah satunya MBG, kemudian Koperasi Merah Putih, dan itu nanti akan kita cek."
"Maka, saya akan mengaktifkan kembali berkolaborasi dengan stakeholder terkait."
Dudung pun meminta doa agar pengawasan celah potensi korupsi ini bisa berjalan dengan baik.
Ia juga berkomitmen, jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka akan disampaikan pelakunya kepada publik.
"Minta doanya lah. Nanti dan kalau saya temukan, saya akan langsung buka di wartawan. Sampaikan aja siapa pelakunya, siapa yang tidak benar, ya. Karena ini uang rakyat, rakyat harus tahu," jelas Dudung.
Dudung juga tidak memungkiri, ada banyak celah potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG, salah satunya adalah dugaan adanya jual beli titik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
"Banyak celahnya, banyak celahnya. Ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik," ungkap Dudung.
Akan tetapi, Dudung belum mau mengungkap celah lain yang berpotensi menjadi pelanggaran hukum.
Meski demikian, ia mengaku akan terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa adanya potensi penyimpangan, termasuk kasus keracunan maupun buruknya kualitas makanan.
"Ah nanti, banyak, jangan saya buka semua di sini ya," ujar Dudung.
"Nanti itu juga akan ada yang kita temukan. Jadi kalau misalnya ditemukan makanannya pun yang kemudian ya inilah yang akhirnya ada keracunan, yang kemudian kualitas dan sebagainya, nanti akan saya cek langsung di lapangan."
(Tribunnews.com/Gilang P/Rizki A./Farryanida Putwiliani)
Baca tanpa iklan