News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komisi III DPR Minta Polisi Tak Ragu Tembak di Tempat Pelaku Begal

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MARAK AKSI BEGAL - Meme, foto penangkapan begal sekaligus terduga penembak polisi, Aldi Monyet oleh tim gabungan Resmob Polda Sulsel, tim Jatanras Polrestabes Makassar, dan tim Resmob Polres Pelabuhan, Ahad atau Minggu (4/5/2025). Aldi kabur saat hendak ditangkap di Jl Abu Bakar Lambogo, Makassar, Sulsel, Sabtu (3/5/2025). Aldi Monyet saat ditangkap dan polisi korban penembakan Aldi Monyet. Ahmad Sahroni meminta kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.

Ringkasan Berita:

  • Ahmad Sahroni meminta kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.
  • Menurut Sahroni, seluruh jajaran kepolisian di daerah perlu mendapat instruksi yang jelas agar berani melakukan tindakan terukur di lapangan demi melindungi warga dari ancaman kejahatan jalanan.
  • Hal itu disampaikannya menyusul meningkatnya aksi kekerasan jalanan di Makassar. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maraknya aksi begal dan kriminal jalanan di Makassar, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. 

Dia meminta aparat kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal yang dinilai semakin brutal dan membahayakan masyarakat.

Menurut Sahroni, seluruh jajaran kepolisian di daerah perlu mendapat instruksi yang jelas agar berani melakukan tindakan terukur di lapangan demi melindungi warga dari ancaman kejahatan jalanan.

“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Hal itu disampaikannya menyusul meningkatnya aksi kekerasan jalanan di Makassar. 

Baca juga: Aksi Petugas PPSU Lawan Begal di Pasar Minggu, Korban Babak Belur Dihajar Pelaku

Salah satu kasus terbaru menimpa seorang bocah bernama Hilal (13) yang harus menjalani perawatan di RSUD Daya Makassar usai ditebas parang oleh geng motor.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama temannya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran pelaku.

Namun nahas, korban terjatuh dan langsung diserang menggunakan parang oleh anggota geng motor.

Baca juga: Wajah Pelaku Begal Kurir Terekam CCTV, Wali Kota Bandung Minta Keamanan Ditingkatkan

Sahroni menilai para pelaku begal kini semakin nekat karena merasa tidak takut terhadap aparat maupun hukum. 

Karena itu, ia meminta kepolisian hadir dengan tindakan nyata untuk menjaga keamanan masyarakat.

“Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum. Maka dari itu aparat harus hadir dengan ketegasan nyata di jalanan. Dan tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas,” tandasnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini