News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komdigi: Satelit Nusantara Lima Percepat Pemerataan Konektivitas di Indonesia 

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SATELIT NUSANTARA LIMA - Direktur Utama PSN Grup, Adi Rahman Adiwoso dan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi RI), Edwin Hidayat Abdullah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menekankan kehadiran Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) merupakan aset strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional.

Satelit N5 memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Satelit ini lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026 lalu. 

Menurut Edwin, pemerintah menargetkan rata-rata kecepatan internet Indonesia mencapai 100 Mbps pada 2029.

"Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional," ujar Edwin dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Ia berharap kapasitas satelit sebesar 160 Gbps itu dapat segera dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk memperkuat layanan publik di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses digital.

Satelit N5 disebut sebagai satelit terbesar di Asia dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) berkapasitas 160 Gbps. 

Satelit ini menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.

"Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi," kata Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso.

Adi menambahkan, Satelit N5 diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan akses internet di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendukung program Asta Cita pemerintah.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru turut ditinjau jajaran pimpinan Komdigi, di antaranya JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia dan Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Falatehan menyebut seluruh pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

"Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal," ujarnya.

Satelit tersebut diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025 dan menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

Infrastruktur pendukungnya juga telah terintegrasi dengan tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan.

Baca juga: Eks Pejabat Kemhan Sebut Anggaran Proyek Satelit Sempat Diblokir Karena Belum Ada Review BPKP

Dengan masa operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung konektivitas internet berkecepatan tinggi untuk masyarakat, dunia usaha, hingga sektor keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini