Selain itu, jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia juga tergolong rendah, yakni sekitar 18 ribu judul per tahun.
Jumlah tersebut jauh tertinggal dibandingkan Jepang yang mampu menerbitkan sekitar 40 ribu judul buku dan China hingga 140 ribu judul setiap tahunnya.
Abdul Malik Fadjar menilai membaca buku merupakan salah satu cara penting untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan zaman modern.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan minat membaca serta mengembangkan budaya literasi sebagai dasar pembangunan bangsa.
Melalui peringatan Hari Buku Nasional, diharapkan masyarakat semakin gemar membaca dan industri buku nasional dapat berkembang lebih baik.
Baca juga: Tanggal 14 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kenaikan Yesus Kristus
Makna Hari Buku Nasional
Hari Buku Nasional memiliki makna penting bagi masyarakat Indonesia, di antaranya:
- Meningkatkan minat baca masyarakat.
- Menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
- Menambah wawasan dan pengetahuan.
- Mengingatkan pentingnya buku dalam dunia pendidikan.
- Mendukung perkembangan literasi nasional.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)
Baca tanpa iklan