News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Program MBG Dinilai Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Dapur SPPG di Daerah

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Divisi Antar Lembaga Laskar Prabowo 08 menggelar diskusi dan silaturahmi bertajuk 'Dampak Dapur SPPG MBG dalam Masyarakat Sekitar' Java Rock, Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta Selatan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Divisi Antar Lembaga Laskar Prabowo 08 menggelar diskusi dan silaturahmi bertajuk 'Dampak Dapur SPPG MBG dalam Masyarakat Sekitar' Java Rock, Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta Selatan, Kamis 14 Mei 2026. 

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut menjadi ruang edukasi dan sosialisasi mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. 

Acara yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.30 WIB ini digagas sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional pemerintah.

Program MBG dinilai tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus Laskar Prabowo 08, antara lain Ketua Umum Devi Taurisa, Sekretaris Jenderal Brigjen Pol. (Purn.) Dr. R. Nurhadi, S.I.K., Bendahara Umum Timmy Rorimpandey, S.E., M.M., Pemimpin Harian Hisar Tambunan, S.H., M.H., Dewan Pakar Gugun Gumilar, serta jajaran pengurus dan anggota lainnya.

Dalam diskusi tersebut, hadir beberapa narasumber, di antaranya Herry Yanson, S.E., M.M. dari SPPG, Sahat Manalu selaku Ketua Yayasan dan SPPG, Dr. Ir. Nikendarti H. Gandini dari Badan Gizi Nasional sebagai Tenaga Ahli Bidang Sistem dan Tata Kelola, serta M. Nurman dari Direktorat Pemetaan Tematik Badan Informasi Geospasial. 

Ketua Umum Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk terus dilakukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai proses, sistem, dan manfaat Program MBG.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana dapur SPPG berjalan serta dampak positifnya bagi lingkungan sekitar.

Melalui pemaparan para narasumber, Program MBG melalui SPPG dijelaskan bukan hanya sebagai program penyediaan makanan bergizi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pangan lokal yang terintegrasi.

Dapur SPPG MBG disebut mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga dan warga dari keluarga prasejahtera. Setiap unit dapur diperkirakan dapat menyerap sekitar 30 hingga 50 tenaga kerja lokal. 

Baca juga: Bakom: Survei BPS Ungkap Program MBG Ringankan Pengeluaran Harian

Selain membuka peluang kerja, keberadaan dapur SPPG juga dinilai dapat menggerakkan rantai pasok lokal.

Bahan baku seperti beras, telur, daging, dan sayuran diprioritaskan berasal dari petani, peternak, serta pelaku UMKM di wilayah sekitar. Dengan pola tersebut, program MBG diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus mempersingkat rantai distribusi pangan.

Para narasumber juga menekankan pentingnya tata kelola, sistem data, dan pemetaan geospasial yang terintegrasi untuk mendukung keberhasilan program.

Penggunaan data yang akurat dinilai dapat membantu pemerataan pelaksanaan MBG ke berbagai wilayah di Indonesia.

Dari sisi kesehatan, Program MBG dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda Indonesia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini