Andi mengungkapkan bahwa dalam rombongan Global Sumud Flotilla terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.
Menurutnya, para relawan datang bukan membawa ancaman, melainkan membawa bantuan logistik, obat-obatan, serta dukungan moral bagi warga sipil Palestina yang selama ini menghadapi blokade, krisis pangan, dan agresi berkepanjangan.
“Mereka datang bukan membawa senjata, tetapi solidaritas dan suara nurani untuk warga sipil Palestina,” kata Andi.
Republika menegaskan bahwa keselamatan seluruh relawan, khususnya warga negara Indonesia yang berada dalam misi tersebut, menjadi perhatian serius.
Media nasional itu juga menyerukan agar komunitas internasional tidak tinggal diam terhadap tindakan yang dinilai menghambat misi kemanusiaan.
“Solidaritas tidak boleh dibungkam. Misi kemanusiaan bukan kejahatan,” ujarnya.
Seruan pembebasan para relawan sekaligus dukungan terhadap perjuangan Palestina turut disampaikan melalui pernyataan tersebut dengan pesan: “Bebaskan para relawan dan Free Palestine.”
Baca tanpa iklan