TRIBUNNEWS.COM - Kabar penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Israel memicu kecemasan keluarga di Tanah Air.
Di tengah ketidakpastian nasib para korban, keluarga berharap pemerintah Indonesia bertindak cepat memastikan keselamatan para WNI.
Sejauh ini, ada sembilan aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ditangkap Israel.
Mereka ditahan tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, terdiri dari aktivis dan jurnalis.
Lima di antaranya adalah aktivis Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef.
Kemudian, tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yaitu Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo.
Satu lagi menaiki kapal BoraLize, yaitu jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng.
Dikutip dari globalsumudflotilla.org, saat kejadian, Armada Global Sumud dikepung dan dicegat oleh kapal perang angkatan laut Israel saat misi kemanusiaan di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.
Misi Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di tengah blokade total Israel pasca agresi berkepanjangan di wilayah tersebut.
Merespons hal tersebut, pihak keluarga WNI pun berharap para aktivis dan jurnalis yang ditangkap Israel dalam keadaan selamat.
Selain itu, keluarga meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan langkat konkret bagi kelima WNI.
Baca juga: FPN Desak Prabowo Bebaskan Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan Indonesia yang Ditangkap Israel
Pesan Keluarga WNI yang Ditangkap Israel kepada Pemerintah Indonesia
- Keluarga Andi Angga Prasadewa: Pemerintah Tolong Bantu
Air mata Sutrawati Kaharuddin tak terbendung saat menceritakan nasib putranya, Andi Angga Prasadewa (33).
Andi Angga merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza pada Senin (18/5/2026).
Baca tanpa iklan