News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Hantavirus

DPR Minta Pemerintah Waspadai Ancaman Hantavirus Varian Andes Masuk ke RI

Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WABAH HANTAVIRUS - Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus varian Andes ke Indonesia.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus varian Andes ke Indonesia.

Menurut Ravindra, meski tingkat penularan hantavirus lebih rendah dibanding Covid-19, pemerintah tetap perlu menyiapkan langkah mitigasi yang komprehensif.

“Meski angka reproduksi dasar atau R0 hantavirus jauh lebih rendah dibanding Covid-19, langkah mitigasi yang komprehensif tetap harus dipersiapkan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan,” ujar Ravindra kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Ancaman penyebaran hantavirus mulai menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus varian Andes di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia, Argentina.

Meski World Health Organization (WHO) memastikan risiko global virus tersebut masih rendah dan belum mengarah pada pandemi baru, Ravindra menilai kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Ia menjelaskan varian Andes merupakan satu-satunya tipe hantavirus yang dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Varian yang berasal dari Amerika Latin itu diketahui menyebabkan cardiopulmonary syndrome dengan tingkat kematian mencapai 35 hingga 40 persen di wilayah endemik.

Sementara itu, kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia selama ini merupakan tipe Seoul Virus yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui tikus got dan tikus perkotaan.

Penularan Seoul Virus disebut tidak terjadi antarmanusia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 2024 hingga minggu ke-16 tahun 2026 terdapat 23 kasus terkonfirmasi hantavirus strain Seoul Virus di Indonesia.

Sebanyak 20 pasien dinyatakan sembuh, sementara tiga lainnya meninggal dunia.

Kasus tersebar di sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Konsentrasi kasus tertinggi tercatat berada di Jakarta dan Jawa Barat.

Ravindra meminta pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara, terutama bandara internasional dan pelabuhan laut.

Menurut dia, skrining kesehatan terhadap penumpang dari negara berisiko tinggi, khususnya kawasan Amerika Selatan, perlu diperkuat untuk mencegah masuknya varian Andes.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini