News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sumatera Blackout

Komisi VI DPR RI Berencana Panggil Direksi PLN Buntut Blackout di Sumatera

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BLACKOUT SUMATERA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Ia menyatakan, pihaknya akan mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatera.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, pihaknya akan mengusulkan pemanggilan direksi PT PLN (Persero) menyusul terjadinya matinya aliran listrik atau blackout di wilayah Sumatera.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penyebab gangguan serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Oleh karenanya menurut saya yang penting ini dijadikan pelajaran oleh PLN dan ke depan perbaiki kecepatan untuk bisa memulihkan situasi ini juga harus menjadi menjadi hal utama PLN ke depan. Dan saya kira nanti kalau sudah bisa pemulihan, sudah bisa nyala kembali, kami juga usulkan nanti untuk dipanggil di Komisi VI agar betul-betul direksi bisa memahami situasi ini dan apa antisipasi ke depan jika hal serupa terjadi,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Herman, blackout yang terjadi harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional, khususnya jaringan transmisi utama di Sumatera.

Ia mengungkapkan bahwa Komisi VI DPR sebelumnya juga pernah mengusulkan adanya jalur transmisi cadangan untuk mengantisipasi gangguan pada jaringan utama.

Baca juga: Imbas Blackout Sumatera, DPR Minta PLN Ganti Kerugian Para Pelaku UMKM

Dengan adanya jalur alternatif, gangguan di satu titik diharapkan tidak menyebabkan pemadaman secara meluas.

“Dan bahkan dulu kami pernah usul kalau misalkan memang ada transmisi utama itu hanya satu jalur, bisa enggak dibuat semacam sub-sub jalur baru supaya kemudian kalau terjadi insiden dalam satu jaringan tertentu, jaringan lainnya masih bisa tetap nyala,” ujar Sekjen Partai Demokrat itu.

Selain itu, Herman juga mendorong agar sistem pembangkit listrik dibagi ke dalam beberapa klaster agar gangguan di satu wilayah tidak berdampak secara massal terhadap wilayah lain.

Baca juga: Bantah Ada Unsur Kesengajaan terkait Blackout Sumatera, Wamen ESDM: Karena Sambaran Petir

“Dan kemudian juga apakah pembangkit bisa dibagi dalam beberapa klaster gitu sehingga juga tidak mengganggu secara massal jika terjadi masalah dalam satu klaster tertentu. Nah ini, ini juga harus dipikirkan. Dan saya kira PLN memikirkan ini dan mudah-mudahan ada perbaikan ke depan,” ucapnya.

Kronologi Blackout di Sumatera

PLN mengatakan blackout di Sumatera diduga akibat faktor cuaca.

Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan jalur kelistrikan pada sistem di Sumatra terdapat dua jalur utama, yakni jalur selatan meliputi Palembang dan Lampung, dan jalur utara meliputi Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Aceh.

"Ada jalur di sebelah timur, koridor 500 kV kami sebutkan. Kemudian ada jalur barat 275 kV," ucap Edwin dalam konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin (25/5/2026).

Menurut dia, pada Jumat sekira pukul tepatnya 18.44 WIB, terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri ke arah Sumsel 5 yang merupakan inputan menuju jalur 500 kV yang ada di bagian timur.

"Nah ini terjadi, kemudian kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500 kV keluar dari sistem. Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," ucapnya.

Ia mengatakan ketika aliran arus yang biasanya menuju jalur timur menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat atau arah 275 kV.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini