Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro menyebut seluruh sapi kurban Presiden merupakan sapi unggulan dan premium.
Jenisnya beragam, mulai dari Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, Friesian Holstein, Belgian Blue hingga Charolais.
Selain berbobot besar, seluruh sapi dipastikan sehat dan memenuhi syariat Islam. Hewan-hewan tersebut telah memiliki sertifikat kesehatan, berusia di atas dua tahun, berjenis kelamin jantan, serta tidak cacat.
Distribusi ke Seluruh Indonesia
Dari total 1.098 sapi kurban, sebanyak 598 ekor disalurkan ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Sisanya sebanyak 500 ekor diberikan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Menariknya, terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi sesuai standar bobot Presiden.
Sebagai solusi, pemerintah mengganti bantuan dengan dua ekor sapi berukuran lebih kecil untuk wilayah tersebut.
Momentum Dorong Peternak Lokal
Juri menegaskan seluruh sapi berasal dari peternak lokal Indonesia. Pemerintah berharap program kurban Presiden bisa menjadi momentum meningkatkan produktivitas dan kualitas peternakan nasional.
Baca juga: 1.098 Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo Berjenis Premium, Bobot Minimal 800 Kilogram
Selain membantu masyarakat penerima kurban, program ini juga diharapkan memperkuat industri peternakan sapi nasional agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging sapi dalam negeri.
Baca tanpa iklan