TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah hewan kurban yang diterima Masjid Istiqlal tidak hanya berasal dari umat yang beragama Islam.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menjelaskan terdapat pula hewan kurban yang diberikan oleh kaum non-muslim.
“Seperti kita di Istiqlal ini, banyak sekali teman-teman kita yang dari non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya,” kata Nasaruddin usai Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/05/2026).
Total hingga saat ini Masjid Istqilal sudah menerima 63 sapi, 18 kambing, dan 1 domba dan jumlah itu bakal terus bertambah.
“Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih di antara 60-an itu berasal dari kawan-kawan kita," jelas Nasssarudin.
"Dari masyarakat umum yang mungkin itu tidak dimasukkan sebagai kurban karena yang wajib untuk berkurban itu adalah orang Islam yang mampu,” sambung dia.
Baca juga: JK Ajak Umat Berdoa untuk Gaza Pada Iduladha 2026, Berharap Dunia Bersatu Merehabilitasi Palestina
Nasaruddin mengungkap alasan banyaknya masyarakat non-muslim yang turut menyerahkan hewan muncul dari kesadaran bersama untuk berbagi kepada pihak yang membutuhkan.
Ia menekankan, Iduladha menjadi momentum bagi semua kalangan untuk membantu pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi warga.
“Kalau Idulfitri itu bantuan dalam bentuk karbohidrat, wajib hukumnya untuk memberikan zakat fitrah ya kan. Nah zakat fitrah ini itu intinya adalah karbohidrat sedangkan Iduladha ini intinya adalah bantuan dalam bentuk protein hewan,” pungkasnya.
Sebelumnya Nasaruddin Umar mengajak umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian saat Iduladha.
"Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial," ujar Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar.
"Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa," katanya.
Ibadah kurban, menurut Nasaruddin, memiliki makna sosial yang sangat nyata.
Baca tanpa iklan