Ringkasan Berita:
- Daging sapi umumnya berwarna merah cerah dan berserat lebih halus.
- Daging kambing memiliki aroma lebih kuat dan warna lebih pucat.
- Aroma, tekstur, warna, hingga lemak bisa menjadi pembeda utama daging segar.
TRIBUNNEWS.COM - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Setelah menerima daging kurban, sebagian orang masih kesulitan membedakan mana daging sapi dan mana daging kambing, terutama jika sudah dipotong dalam ukuran kecil.
Padahal, mengetahui perbedaan daging sapi dan kambing penting agar masyarakat dapat mengolahnya dengan tepat dan memastikan daging masih dalam kondisi segar.
Berdasarkan informasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, IPB University, dan Pemerintah Provinsi Jambi, ada beberapa ciri yang dapat dikenali dari warna, aroma, tekstur, hingga lemak daging.
Berikut cara membedakan daging sapi dan kambing yang segar:
1. Perhatikan warna daging
Daging sapi umumnya memiliki warna merah cerah. Sementara itu, daging kambing cenderung berwarna merah muda atau lebih pucat dan tidak secerah sapi.
2. Lihat tekstur dan serat daging
Daging sapi memiliki serat sedang dan lebih halus. Sedangkan daging kambing memiliki serat lebih kecil tetapi tampak lebih kasar dan kenyal.
3. Cek aroma daging
Daging sapi biasanya memiliki aroma segar dan tidak terlalu menyengat. Sementara daging kambing memiliki bau lebih kuat atau sering disebut bau prengus.
Baca juga: Cara Mengolah Daging Kurban Agar Tidak Alot dan Bau Prengus
4. Amati bagian lemak
Menurut Disnakkeswan NTB, daging sapi memiliki garis putih panjang berupa lemak. Pada daging kambing, lemak seperti itu biasanya tidak terlalu terlihat.
5. Perhatikan warna lemak
Lemak sapi umumnya berwarna putih pucat, sedangkan lemak kambing cenderung kekuningan atau kecokelatan.
6. Lihat jumlah daging
Dalam satu ekor hewan, jumlah daging sapi jauh lebih banyak dibandingkan kambing karena ukuran tubuhnya lebih besar.
7. Periksa tulangnya
Tulang sapi biasanya lebih besar dan berat. Sedangkan tulang kambing lebih kecil dan ramping.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Dr Henny Nuraini, menjelaskan bahwa warna daging dipengaruhi oleh kandungan mioglobin.
Semakin tinggi kandungan mioglobin, warna daging akan semakin pekat.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyayat sedikit daging dan melihat perubahan warnanya saat terkena udara.
Jika warnanya kembali merah segar, maka daging umumnya masih dalam kondisi baik.
Selain itu, daging segar seharusnya tidak memiliki bau busuk atau tengik.
Aroma menyengat yang tidak wajar dapat menjadi tanda kerusakan akibat bakteri atau penanganan yang kurang baik.
Dr Henny juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan penyimpanan daging setelah diterima.
Jika tidak langsung diolah, daging sebaiknya disimpan di kulkas atau freezer agar kualitasnya tetap terjaga.
Dengan memahami ciri-ciri daging sapi dan kambing yang segar, masyarakat dapat lebih mudah memilih dan mengolah daging kurban menjadi hidangan yang aman dan lezat untuk keluarga.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan