News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Idul Adha 2026

Mengintip Aktivitas Balai Ternak BAZNAS Kuningan, Jadi Tempat Berbagi Daging Saat Idul Adha

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BALAI TERNAK BAZNAS - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Sodik Mudjahid meninjau Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Rabu (27/5/2026).

TRIBUNNEWS.COM, KUNINGAN - Suara kapak dan golok terdengar dari samping Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026) siang.

Warga saling bahu membahu mencacah daging menjadi bagian kecil untuk diberikan kepada mustahiq atau orang yang berhak menerima daging kurban di sekitar balai ternak saat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebagian warga lainnya terlihat memasukkan daging kurban ke dalam plastik putih dan dikumpulkan dalam beberapa karung.

Balai ternak yang merupakan binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini berdiri sejak 6 Desember 2025.

Dari kandang ini, sebanyak 50 kambing disembelih dan dagingnya diberikan kepada yang berhak.

Baca juga: Iduladha 2026, BAZNAS Himpun 5.000 Hewan Kurban, Gandeng Media Massa untuk Penyaluran

"Di sini dipotong 50 ekor kambing," kata Rusdianto (45), peternak dari Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja saat ditemui, Rabu.

Selain itu, Balai Ternak binaan BAZNAS ini juga menjadi harapan baru untuk warga pedesaan dalam meningkatkan ekonomi.

Rusdianto yang sejatinya seorang petani, mengaku mendapat tambahan penghasilan agar dapur rumah tetap ngebul sejak bergabung dengan Kelompok Balai Ternak Mukti Raharja ini.

"Saya petani, tapi semenjak bergabung ada peningkatan lah buat tambah-tambah di rumah," jelasnya.

Baca juga: Baznas Diminta Lebih Strategis, Penyaluran Dana Ditargetkan Terus Meningkat

Ayah dua anak ini mengaku sangat terbantu dengan program ini.

Selain bisa menambah pemasukan, ia mengaku mendapat ilmu baru yakni beternak secara autodidak.

Rusdianto mengatakan anggota kelompok yang berjumlah 30 orang ini setiap harinya saling bantu untuk mengurus pembiakan hingga penggemukan kambing dari jumlah awal sebanyak 240 ekor.

Terlihat ada dua bangunan cukup besar yang berdiri di lahan milik desa tersebut.

Satu bangunan berisi anakan kambing untuk dikembangbiakan.

Sementara satu bangunan lain berfungsi sebagai tempat penggemukkan kambing-kambing. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini