News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Idul Adha 2026

Alasan Dilarang Puasa di Hari Tasyrik setelah Idul Adha 2026

Penulis: Muhammad Alvian Fakka
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SALAT IDUL ADHA - Umat Islam usai melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di kawasan Jatinegara Rabu (27/5/2026). Alasan umat muslim dilarang menjalankan puasa pada Hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha 2026.

Mengenai hari tasyrik Rasulullah bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَ ذِكْرِ اللَّهِ

Hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum dan berdzikir.

Hadits ini memberikan penjelasan kepada kita dua perkara:

1. Hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum serta menampakkan kegembiraan. 

Tidak mengapa mengadakan perkumpulan yang bermanfaat, menghidangkan makanan terutama daging, selama tidak berlebihan dan mengham-burkan harta.

2. Bahwa hari ini juga merupakan hari untuk memperbanyak dzikir kepada Allah. 

Dzikir secara mutlak pada hari-hari tasyrik.

Adalah Ibnu Umar bertakbir di mina pada hari-hari tasyrik setiap selesai shalat, di tempat tidurnya, tempat duduk dan di jalan.

Dzikir dan bertakbir ketika menyembelih kurban, dzikir dan berdoa ketika makan dan minum, karena hari tasyrik adalah hari makan dan minum. 

Dzikir ketika melempar jumrah pada setiap kali lemparan bagi para ja-maah haji.

Imam Ibnu Rajab berkata: "Sabda Nabi sesungguhnya hari tasyrik adalah hari makan, minum dan dzikrullah terdapat isyarat bahwa makan dan minum pada hari raya hanyalah un-tuk membantu berdzikir kepada Allah, dan hal itu merupakan kesempurnaan dalam mensyukuri nikmat, yaitu mensyukuri dengan ketaatan. Ba-rangsiapa yang memohon pertolongan dengan nikmat Allah untuk mengerjakan maksiat, maka berarti dia telah inkar atas nikmat-Nya". 

Kenapa Dilarang Berpuasa di Hari Tasyrik?

Mengutip Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah yang ditulis M. Syukron Maksum, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a: "Bahwasanya Rasulullah saw. mengutus Abdullah Bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampai-kan: janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari ma-kan minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla. (HR. Ahmad)

Diriwayatkan pula oleh Thabrani dalam Al Ausath, yang diterima dari Ibnu Abbas ra.: Bahwasanya Rasulullah saw. mengirim seseorang untuk me-nyerukan: "Janganlah kamu berpuasa pada hari-hari ini, karena ia merupa-kan hari makan minum dan bersenggama."

Dalam Buku Amalan Awal Dzulhijjah dari Muhammad Abduh Tuaskial, Imam Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, "Hari-hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyrik tersebut dimasukkan dalam hari 'ied. Hukum yang berlaku pada hari 'ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyrik, seperti hari tasyrik memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa (sebagaimana pada hari 'ied, pen) dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu." (Syarh Shahih Muslim, 6:184)

Imam Malik, Al-Auza'i, Ishaq, dan Imam Asy Syafi'i dalam salah satu pendapatnya menyatakan bahwa boleh berpuasa pada hari tasyrik pada orang yang tamattu jika ia tidak memperoleh al hadyu (sembelihan qurban). Namun untuk selain mereka tetap tidak diperbolehkan untuk berpuasa ketika itu. (Syarh Shahih Muslim, 8:17)

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini