News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Idul Adha 2026

Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Rahasia Tersembunyi Hari Tasyrik

Penulis: Muhammad Alvian Fakka
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KHUTBAH JUMAT - Jemaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya hingga area halaman depan dan samping saat pelaksanaan Salat Idul Adha 2026, Rabu (27/5/2026). Khutbah Jumat 29 Mei 2026 tema Rahasia Tersembunyi Hari Tasyrik, hari makan, minum, dan mengingat Allah, umat Islam diajak untuk mendekatkan diri.

TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat pada 29 Mei 2026 mengangkat tema “Rahasia Tersembunyi Hari Tasyrik”, sebuah pesan yang sarat makna tentang keistimewaan tiga hari setelah Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Hari Tasyrik bukan sekadar rangkaian waktu dalam kalender hijriah, tetapi momentum spiritual yang mengajarkan umat Islam tentang syukur, kebersamaan, dan penghayatan ibadah.

Dalam sejarah Islam, hari-hari ini dikenal sebagai waktu umat menjemur daging kurban di bawah terik matahari, sehingga menjadi simbol berbagi nikmat dan memperkuat ukhuwah.

Khutbah Jumat  menekankan bahwa meski ada larangan berpuasa di hari Tasyrik, bukan berarti ibadah lain terhenti. Justru, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, dzikir, dan amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah di hari-hari tersebut bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. 

Memperbanyak dzikir, tahlil, tahmid, dan takbir, umat Islam diajak untuk mengisi hari Tasyrik dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Selain itu, khutbah Jumat 29 Mei 2026 mengingatkan bahwa rahasia tersembunyi dari Hari Tasyrik adalah bagaimana umat Islam belajar menjadi tamu Allah yang penuh syukur.

Larangan puasa di hari tersebut mengandung hikmah bahwa seorang tamu tidak sepatutnya menahan diri dari makan dan minum ketika sedang dijamu oleh Allah. 

Maka demikian, Hari Tasyrik menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, memperbanyak amal, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Khutbah ini mengajak jamaah untuk menjadikan Hari Tasyrik sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menebarkan kasih sayang di tengah masyarakat.

Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Rahasia Tersembunyi Hari Tasyrik

Oleh: Burhan Ali S. S.H.I. ΜΗ

Baca juga: Amalan Sunnah dan Larangan Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah, Simak Doa yang Dipanjatkan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ ، أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَقَالَ: وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ معْدُودَتِ ، فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ : وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ، صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ، أَمَّا بَعْدُ

Ma'asyiral muslimin Jama'ah Jum'ah rahimakumullah, 

Alhamdulillah pada kesempatan Jumat yang mulia ini, kita masih diberikan rahmat, hidayah, serta inayah oleh Allah swt sehingga kita masih bisa mengungkapkan rasa syukur dengan melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat wal 'afiat.

Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, minimal dengan jalan imtitsâlu awâmirillâh wajtinâbu nawahihi, yaitu menjalankan apa pun yang diperintahkan oleh Allah swt dan berupaya dengan sungguh-sungguh menjauhi apa pun yang dilarang-Nya.

Ma'asyiral muslimin Jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Hari ini kita berada di hari tasyrik, termasuk hari yang istimewa yang ada pada bulan Dzulhijjah yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. 

Penamaan hari tasyrik secara bahasa merujuk pada kata tosyriq yang artinya penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari).

Imam Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj menerangkan bahwa tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari.

وأَيَّامُ التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سُميت بذلك لتشريق النَّاسِ لُحُومَ الأَضاحي فيها وهو تقديدُها ونشرها في الشمس

"Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari"

Di sisi lain, hari tasyrik juga menjadi batasan rentang waktu bagi umat Islam dalam kebolehan menyembelih hewan kurban. 

Dalam hadis disebutkan bahwa hari tasyrik adalah hari untuk makan dan minum. 

Hal inilah yang kemudian dijadikan pedoman oleh para ulama dalam melarang umat Islam melakukan puasa di hari tasyrik.

Syaikh Dzun Nun Al-Mishri dalam kitab Hilyatul Auliya' wa Thobaqotul Ashfiya mengungkapkan rahasia mengenai larangan puasa pada hari tasyrik yaitu karena umat Islam saat itu menjadi tamu-tamu Allah, maka tidak sepatutnya bagi seorang tamu berpuasa ketika sedang bertamu.

Ma'asyiral muslimin Jama'ah Jum'ah rahimakumullah,

Sekalipun pada hari tasyrik ada larangan untuk berpuasa, bukan berarti ibadah-ibadah
yang lain juga terlarang untuk dikerjakan. Ada amalan-amalan utama yang sunnah
dikerjakan pada hari tasyrik.

Pertama, Memperbanyak takbir

Imam Bukhari meriwayatkan hadits perihal amal pada Hari Tasyrik. la mengutip pandangan Ibnu Abbas ra. perihal perintah zikir pada hari-hari tertentu yang dipahami sebagai Hari Tasyrik di Surat Al-Baqarah ayat 203.

وقال ابنُ عَبَّاسِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ وَكَانَ ابْنُ عُمَرُ و أَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ العَشْرِ يُكبران ويُكَبَرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا وَكَبَرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيَ خَلْفَ النَافِلَةِ

"Ibnu Abbas ra, mengatakan, 'Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu.' (Surat Al-Baqarah ayat 203). "Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik. Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah," (HR Bukhari).

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip pandangan serupa sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari perihal anjuran takbir selesai shalat. 

Kali ini ia mengutip pandangan Imam Abu Hanifah perihal pembacaan takbir seusai shalat pada Hari Tasyrik.

وكان أبو حنيفة يذهب بالتشريق في هذا إلى التكبير في دبر الصلاة

"Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa amal pada Hari Tasyrik adalah takbir setelah sholat," (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/525).

Kedua, Memperbanyak dzikir

Keutamaan berdzikir Hari Tasyrik sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 203

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَتٍ

"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang"

Yang dimaksud hari yang berbilang pada ayat di atas adalah hari-hari Tasyrik sebagaimana dalam Tafsir Jalalain.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis

عَنْ نُبَيِّشَةَ الْهُذَلِي قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكُلِ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرِ اللَّهِ

Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Hari Tasyriq adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir kepada Allah." (HR Muslim)

Mengenai anjuran memperbanyak dzikir di hari tasyrik, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan mengutip riwayat hadis yang menganjurkan umat Islam untuk membaca tahlil, tahmid, dan takbir.

وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فأكْثِرُوا فِيهِنَّ من التهليل والتحميد والتكبير

Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, "perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik."

Ketiga, Memperbanyak amal

Al-Asqalani mengutip pendapat Ibnu Abi Jamrah. Menurutnya, Islam tidak menentukan amal atau zikir tertentu pada Hari Tasyrik. Menurutnya, amal apapun asal dilakukan pada Hari Tasyrik tetap lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik.

وقال بن أبي جمرة الحديث دال على أن العمل في أيام التشريق أفضل من العمل في غيره

"Ibnu Abi Jamrah mengatakan, 'Hadits ini menunjukkan bahwa amal apapun pada Hari Tasyrik lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik," (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/527).

Demikian khutbah singkat ini, semoga mengantarkan kita kepada keistiqamahan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَأَصَلِّي وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِدْقِ الْوَفَاء أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أَوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيَ الْعَظِيمِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أمركم بأمر عظيم ، أَمَرَكُم بِالصَّلاةِ والسَّلام على نبيه الكريمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وعَلَى آلِ سَيّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ علَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ في العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرَ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءِ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءِ وَالْفَحْشَاء والمنكر وَالْبَغْيِ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَة
وَالشَّدَائِدَ وَالْمَحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عامة، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ والبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا الله العظيم يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرَ اللهُ أَكْبَرُ

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini