TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai penggunaan Dana Operasional Presiden (DOP) dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) sebesar Rp 100 miliar untuk membeli sapi kurban adalah langkah yang kurang strategis dan cenderung berlebihan.
Menurut Ray, alokasi dana tersebut telah menghabiskan lebih dari 70 persen total pagu DOP dan Banmaspres dalam setahun, yang umumnya hanya berkisar di angka Rp 100 miliar hingga Rp 160 miliar.
"Dengan mengeluarkan dana Rp 100 miliar untuk sapi kurban tok, rasanya kurang strategis, bahkan cenderung berlebihan," kata Ray saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (29/5/2026).
Ray menyoroti masalah waktu penggunaan anggaran tersebut.
Saat ini, kata dia, baru memasuki bulan keenam atau pertengahan tahun.
Artinya, sebagian besar dana operasional sudah terkuras, sementara sisa waktu menuju akhir tahun masih sangat panjang.
Padahal, ia menegaskan bahwa dana DOP dan Banmaspres idealnya disiapkan pemerintah untuk keperluan darurat dan mendesak yang belum teralokasi dalam Undang-Undang APBN.
Ia pun menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini memang sedang mengalami tren penurunan.
Namun, menurut kacamata Ray, kegiatan ibadah kurban di masyarakat masih cukup terjaga.
"Ada penurunan jumlah kurban, tetapi secara umum belum pada tahap yang mencemaskan," ujar Ray.
Ray mengingatkan, jika situasi ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, salah satu bantalan pertahanan masyarakat adalah Bantuan Presiden.
Namun, dengan dana yang sudah menyusut drastis hanya untuk pengadaan sapi kurban, daya jangkau Banpres untuk masyarakat luas otomatis akan berkurang.
"Padahal, dalam situasi seperti inilah, Banpres itu lumayan membantu perekonomian masyarakat," tutur Ray.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan jumlah sapi yang diserahkan pada Idul Adha kali ini yakni sebanyak 1.098 ekor sapi.
Baca tanpa iklan