"Saya juga setelah ini tidak diam-diam saja, tetap mengabdi pada bangsa dan negara," kata Ryamizard di Kantor Kemenhan, Kamis (24/10/2019).
Dirinya menegaskan kembali pernyataannya, rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia demi tegaknya NKRI.
"Kalau orang (lain) banyak yang mewakaf tanah, wakaf masjid, tapi saya wakafkan nyawa saya untuk negara ini," katanya.
Ryamizard menyebut, ia dan Prabowo sudah lama kenal sejak masuk AKABRI, sama-sama berjuang dalam sekolah militer tersebut.
"Dari awal masuk (Akabri), diplonco sampai jungkir balik, saya dan Prabowo bersama-sama. Di Kemenhan juga bersama-sama" ucapnya.
Sambutan istimewa saat berkunjung ke Pentagon
Saat masih menjabat Menhan, Ryamizard pernah berkunjung ke markas Kemenhan AS di Pentagon, Washington DC, Amerika Serikat , Rabu, (29/8/2018).
Kedatangan Menhan ke Pentagon disambut oleh upacara militer Amerika Serikat.
Menhan Ryamizard disambut oleh 21 dentuman meriam.
Perlu diketahui dentuman meriam sebanyak 21 itu merupakan penghormatan kepada kepala negara.
Upacara ini merupakan salah satu bentuk penghormatan yang tinggi dari Amerika Serikat kepada Negara dan Bangsa Indonesia.
Tradisi dentuman meriam ini sebenarnya bermula pada abad ke-14, sebagai penghormatan militer.
Ketika itu kapal perang yang berpapasan sebagai tanda penghormatan saling menembakkan meriam. Dan saat itu meriam hanya memiliki 21 peluru, jadilah sampai sekarang menjadi tradisi.
Kedatangan Menhan Ryamizard ke Pentagon sendiri untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Amerika Serikat (AS) yakni James Mattis.
Pada pertemuan tersebut Menhan Ryamizard turut didampingi oleh Duta Besar RI Amerika Serikat, Budi Bowoleksono, Irjen Kemhan, Letjen Thamrin Marzuki, Dirjen Strahan Kemhan, Mayjen Mohamad Nakir.
Menhan Ryamizard juga didampingi Kabaranahan Kemhan, Laksda TNI Agus Setiadji dan Karo TU dan Protokol, Brigjen TNI Yudhi Chandra Jaya, MA.
Baca tanpa iklan