Ringkasan Berita:
- Dewan Koperasi Indonesia menilai Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat koperasi sebagai instrumen ekonomi.
- Dekopin menegaskan koperasi berperan memperkuat kemandirian ekonomi rakyat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, UMKM hingga pekerja, melalui model usaha berbasis anggota dan kebersamaan.
- Dekopin mendorong transformasi koperasi melalui digitalisasi, peningkatan kualitas SDM, dan tata kelola profesional agar mampu bersaing di era modern.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mendorong penguatan koperasi sebagai instrumen ekonomi yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni dinilai menjadi pengingat penting bahwa semangat gotong royong, keadilan sosial, dan kekeluargaan merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Sosialisasi Dekopin, Teguh Eko Prastyono, menyatakan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, tapi gerakan ekonomi rakyat yang memperkuat kemandirian masyarakat dari tingkat desa hingga perkotaan.
Menurutnya, nilai kebersamaan, musyawarah, dan pemerataan manfaat ekonomi telah lama menjadi roh dalam gerakan koperasi nasional.
“Pancasila mengajarkan gotong royong dan keadilan sosial. Nilai-nilai itu hidup dalam koperasi karena setiap anggota memiliki kedudukan yang setara dan bersama-sama menikmati hasil usaha yang dibangun,” ujar Eko, Minggu (31/5/2026).
Eko menilai pemberdayaan koperasi harus menjadi agenda strategis nasional guna menjawab tantangan kesenjangan sosial, keterbatasan modal bagi usaha kecil, dan penciptaan lapangan kerja.
Dengan model usaha berbasis anggota, koperasi dapat menghimpun kekuatan kolektif petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja untuk meningkatkan produktivitas.
Di samping itu, Dekopin menekankan pentingnya transformasi berupa digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola agar koperasi mampu beradaptasi di era modern.
“Pemberdayaan koperasi tidak cukup hanya dengan menambah jumlah koperasi. Yang lebih penting adalah memastikan koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” katanya.
Sebagai organisasi gerakan koperasi nasional yang berasaskan Pancasila dan berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945, Dekopin menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengembalikan semangat ekonomi gotong royong di tengah ketatnya persaingan global.
Eko juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia Bagi Perdamaian Dunia
“Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pembangunan nasional. Koperasi hadir untuk memastikan manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Inilah wujud nyata pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Baca tanpa iklan