News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri

Seskab Teddy soal Prabowo Sering Kunker Luar Negeri: Bangun Hubungan Antarpemimpin di Kondisi Krisis

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan alasan di balik banyaknya kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan Prabowo Subianto selama 1,5 tahun menjabat sebagai Presiden RI.

Hal ini diungkap Teddy untuk menjawab kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait masifnya kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo.

Teddy menegaskan, Prabowo menjabat sebagai Presiden RI ketika dunia sedang dilanda krisis.

Seperti terjadinya konflik di Ukraina, hingga konflik di Iran dan Timur Tengah yang berujung pada keterlibatan Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Uni Arab Emirates (UAE).

Kondisi inilah yang kemudian membuat Prabowo memutuskan untuk melakukan kunjungan kerja luar negeri, agar bisa membangun hubungan kuat dengan pemimpin negara lain.

"Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah Presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis."

"Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah, itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya,"

"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia," kata Teddy dalam keterangan videonya di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Lebih lanjut Teddy menuturkan, di tengah kondisi krisis dunia ini, Indonesia tidak bisa meminta bantuan kepada negara lain, tanpa adanya hubungan baik antarpemimpin negara.

Untuk itu, Prabowo melakukan banyak kunjungan luar negeri, demi membangun hubungan baik dengan para pemimpin negara tersebut.

Agar nantinya ketika Indonesia sedang mengalami kondisi mendesak, maka Indonesia bisa mendapat dari negara lain yang sudah menjalin hubungan dengan Presiden Prabowo.

"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi," terang Teddy.

Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Peran Prabowo di Palestina: Kita Drop off Logistik Udara, Tak Semua Negara Bisa

Kritikan Dino Patti Djalal

WAWANCARA KHUSUS - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal berpose usai wawancara dikediamannya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Wawancara tersebut terkait pertemuan Dino Patti Djalal dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (4/6). Menurut Dino, yang ia sampaikan adalah fakta situasi internasional saat ini, bahwa belum ada alternatif lain yang secara konkret tersedia dan mendapat legitimasi global untuk menghentikan konflik di Gaza. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Sebelumnya mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang juga merupakan Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal menyampaikan 5 saran kepada Presiden Prabowo Subianto yang sering ke luar negeri.

Menurut Dino, Prabowo merupakan Presiden yang paling sering ke luar negeri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini