News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Malam 1 Suro 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Sejarahnya

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KIRAB 1 SURO - Suasana kawasan Keraton Kasunanan Solo jelang Kirab Pusaka Malam 1 Sura, Kamis (26/6/2025). Malam 1 Suro 2026 jatuh pada Senin malam, 15 Juni 2026, karena 1 Muharam 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026 dan pergantian hari dalam tradisi Jawa dimulai sejak matahari terbenam.

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat Jawa setiap tahunnya memperingati Malam 1 Suro sebagai momen yang dianggap sakral dan penuh makna.

Tradisi ini menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa sekaligus bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharam dalam kalender Hijriah.

Sebagai informasi, tahun baru Islam yang jatuh setiap 1 Muharam yang menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah pada 622 M.

Lantas, Malam 1 Suro 2026 jatuh pada tanggal berapa?

Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharam 1448 H bertepatan dengan hari Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan demikian, Malam 1 Suro 2026 diperingati pada Senin malam, 15 Juni 2026, setelah waktu Magrib.

Dalam tradisi Jawa, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.

Karena itu, malam sebelum tanggal 1 Suro menjadi waktu yang dianggap sebagai awal tahun baru Jawa dan sering diisi dengan berbagai kegiatan spiritual maupun budaya.

Apa Itu Malam 1 Suro?

Malam 1 Suro merupakan malam pertama dalam bulan Suro, yaitu bulan pertama dalam kalender Jawa.

Bulan Suro memiliki kedudukan istimewa karena bertepatan dengan bulan Muharam dalam kalender Islam.

Baca juga: Kapan Mulainya Waktu Malam 1 Suro Menurut Perhitungan Jawa, Lengkap dengan Makna Perayaannya

Bagi sebagian masyarakat Jawa, Malam 1 Suro menjadi waktu untuk melakukan introspeksi diri, berdoa, berzikir, hingga mengikuti tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejarah Malam 1 Suro

Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kerajaan Mataram Islam adalah tokoh yang memperkenalkan kalender Jawa.

Sultan Agung yang saat itu memimpin kerajaan Mataram Islam bermaksud memperkuat daerah kekuasaanya dengan cara menyatukan tradisi Jawa dan Islam.

Satu di antara hal yang dilakukan oleh Sultan Agung adalah dengan mengkombinasikan penanggalan Islam atau Hijriyah dengan penanggalan Hindu atau Saka sehingga muncullah system penanggalan Jawa.

Kala itu, penanggalan Islam Hijriyah banyak dianut oleh masyarakat pesisir, sedangkan penanggalan Saka banyak dianut oleh masyarakat pedalaman yang beragama Hindu Kejawen.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini