Selain itu, Riko juga melihat adanya faktor dinamika politik yang ikut memengaruhi proses evaluasi. Menurutnya, MBG merupakan program unggulan Presiden sehingga setiap persoalan yang muncul akan mendapat perhatian lebih besar dibanding program pemerintah lainnya.
"Dominasi lebih pada dinamika politik, mengingat MBG sebagai proyek ambisius Presiden yang memang dalam desainnya pun ada problem. Hanya saja Dadan tak mampu mencarikan solusi praktis terkait problem tersebut," katanya.
Lebih lanjut, Riko menilai Presiden kemungkinan berharap pemimpin baru BGN dapat menghadirkan pendekatan yang lebih efektif dalam mengelola berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pergantian pimpinan belum tentu menjadi solusi instan apabila akar persoalan program belum diselesaikan.
"Saya kira Presiden punya harapan terhadap pemimpin baru BGN, meski tidak bisa diharapkan banyak mengingat proyek ini memang bayi prematur yang penuh persoalan," ujarnya.
Riko menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi BGN bersifat struktural sehingga siapa pun yang ditunjuk memimpin lembaga tersebut akan menghadapi persoalan serupa apabila tidak disertai evaluasi menyeluruh terhadap desain program.
"Saya nilai BGN sebagai proyek Presiden yang terlalu ambisius. Di tengah situasi yang hari ini tidak mudah, maka sepatutnya proyek itu dievaluasi cepat. Karena siapa pun pemimpinnya akan menghadapi problem yang sama," kata Riko.
Baca juga: Usai Dadan Dicopot, Komisi IX DPR Harap Pimpinan Baru BGN Perkuat Pengawasan MBG
Dadan Dicopot
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya.
Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
“Pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala yang turut diganti ialah Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya.
Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal lembaga tersebut.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Sementara posisi wakil kepala diisi Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.
Terkait pergantian Kepala BGN menjadi perhatian, dari Dadan Hindayana ke Nani S Deyang.
(*)
Baca tanpa iklan