News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Korupsi di BGN

Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Mahfud MD: 'Bagus'

Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENCOPOTAN DADAN HINDAYANA - Eks Menkopolhukam Mahfud MD, saat ditemui di Gedung Kompas, Jakarta, pada Rabu (3/6/2026). Mahfud menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan sesuatu yang bagus karena pencopotan Dadan dari jabatan Kepala BGN sudah lama disuarakan publik (Ibriza/Tribunnews)

Ringkasan Berita:

  • Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN merupakan langkah yang tepat 
  • Menurutnya, kritik terhadap kepemimpinan Dadan sudah lama muncul karena dinilai kurang memahami birokrasi pemerintahan dan tata kelola anggaran 
  • Mahfud juga menyoroti dugaan korupsi di BGN dan menyebut pergantian pimpinan menunjukkan respons pemerintah terhadap tuntutan publik

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Menkopolhukam Mahfud MD menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan sesuatu yang bagus.

Mahfud mengatakan, ide mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN sudah lama disuarakan publik.

"Bagus. Saya kira, begini, orang memprotes pencopotan Dadan Hindayana itu kan sudah lama," kata Mahfud, saat ditemui di Gedung Kompas, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Menurut Mahfud, protes itu muncul karena publik dapat menilai bahwa Dadan Hindayana tidak memahami sistem birokrasi pemerintahan dan hukum anggaran.

"Saya kira tidak sampai dua bulan BGN itu terbentuk, itu Dadan Hindayana sudah kelihatan hanya ngerti ilmunya, ilmu
bidang serangga ya. Tetapi tidak ngerti birokrasi pemerintahan, tidak ngerti hukum anggaran dan sebagainya. Sehingga kita semua protes," ucap Mahfud.

"Tidak paham teknokrasi dia. Sehingga kita sudah lama protes. Baru sekarang dikabulkan oleh Presiden," tambah dia.

Baca juga: Mahfud Nilai Kunker Luar Negeri Prabowo Dipermasalahkan karena Terlalu Sering & Tak Jelas Produknya

Kemudian, Mahfud menyoroti kasus dugaan korupsi di BGN yang tengah di dalami Kejaksaan Agung.

Kata Mahfud, sejak tiga bulan lalu dia telah menyuarakan agar Dadan Hindayana diperiksa lantaran tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban ketika publik ramai mempermasalahkan anggaran BGN.

"Ternyata di kantornya (BGN) ada masalah korupsi yang didugakan oleh Kejaksaan. Ya toh? Kan saya udah 3 bulan lalu sudah mengatakan, itu harus diperiksa. Anggaran sekian dipermasalahkan oleh masyarakat, kok tidak ada laporan pertanggungjawabannya kepada masyarakat. Tidak dibantah bahwa itu salah atau benar gitu. Nah sekarang meledak," pungkas Mahfud.

Ia lantas mengatakan, pencopotan Dadan dari jabatan Kepala BGN menandakan bahwa Presiden Prabowo mulai responsif terhadap tuntutan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana beserta 2 wakilnya dari jabatan mereka. 

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kabinet selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan langsung keputusan tersebut dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo Hadi.

Prasetyo pun merinci para pimpinan Badan Gizi Nasional terdahulu yang secara resmi diganti. Termasuk, tiga nama Wakil Kepala BGN.

"Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, Saudara Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Dijelaskan Prasetyo, pemerintah pun turut menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para pejabat tersebut selama meletakkan fondasi awal lembaga baru ini.

"Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," tambahnya.

Presiden Prabowo langsung menunjuk jajaran pimpinan baru untuk menakhodai Badan Gizi Nasional. Nama Nani S. Deyang ditunjuk untuk mengisi posisi tertinggi di lembaga tersebut.

"Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nani S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," jelas Mensesneg.

Posisi wakil kepala kini diisi oleh dua pejabat baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.

"Kemudian Saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Dan Saudara Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," sambung Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Penilaian tersebut melibatkan masukan dari berbagai kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat langsung.

Prasetyo berharap jajaran pimpinan yang baru dilantik dapat segera bergerak cepat memetakan langkah taktis organisasi.

"Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi," pungkasnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini