News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ijazah Jokowi

Curhat Dokter Tifa 7 Bulan ke Kantor Polisi hingga Segera Disidang Bersama Roy Suryo

Penulis: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berkas kasus tudingan ijazah palsu Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjerat Dokter Tifa dan Roy Suryo dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejati DKI Jakarta. 

Kasus akan dilimpahkan ke pengadilan.

Di akun X pribadinya (@doktertifa), Dokter Tifa menegaskan bahwa status P21 bukanlah akhir dari perjuangannya, melainkan fajar dari pengujian kebenaran yang sesungguhnya.

"Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik: P21... Bahkan sebagian sudah menggelar pesta. Seolah itu akhir. Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara. Tapi di dalam diamku… aku tahu, ini bukan akhir," tulis Dokter Tifa, merefleksikan riuhnya opini publik yang menyudutkannya.

 

Dokter Tifa Tujuh Bulan Wajib Lapor ke Polda Metro

Dokter Tifa mengungkapkan, selama tujuh bulan terakhir dirinya menyandang status Tahanan Kota dengan kewajiban wajib lapor ke Polda Metro Jaya setiap pekan.

Prosedur itu dijalankannya dengan disiplin tinggi, bahkan di tengah tekanan berat mempersiapkan ujian doktoral (S3).

Baginya, setiap langkah kaki menuju kantor polisi bukan sekadar kepatuhan birokrasi, melainkan sebuah refleksi batin.

"Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak. Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen, tapi keyakinan. Aku tidak berdiri di atas kebohongan," cetusnya. 

Baca juga: Dokter Tifa Ungkap Jalur Baru Polemik Ijazah Jokowi, Curigai Rismon hingga Gugatan 709 Dokumen

Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur, bukan karena ingin memicu perlawanan, melainkan karena nuraninya "tidak bisa diam melihat kebathilan."

"Kuhikmati, Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor, bukan sekadar prosedur," kata Dokter Tifa

Langkahnya kata Tifa adalah pengingat bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian, di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.

"Aku tidak lari. Aku tidak bersembunyi. Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak," ujarnya.

Menurut Tifa, mereka mungkin punya kekuasaan untuk menetapkan status.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini