TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani tuai sorotan setelah jadi tersangka kasus dugaan suap komitmen fee pengadaan barang dan jasa dalam pusaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama Bupati Muara Enim, Edison.
Puncaknya, harta kekayaan Abi Nurwardani yang juga CEO club futsal putri Muara Enim United pernah tembus Rp 27 miliar pada periode 2023.
Kini hartanya merosot tajam Rp 9,7 miliar di pelaporan akhir tahun 2025 ke KPK.
Dalam perkara ini, KPK menyebut Abi sebagai pengatur lapangan yang memegang kendali atas rekening-rekening pinjaman (atas nama orang lain).
Rekening ini dipakai untuk menampung dan membagikan uang suap dari para kontraktor proyek, termasuk dari PT Millenium Solusi Abadi.
Abi diduga menerima uang tunai sejumlah Rp500 juta dari CRH alias Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA).
Harta Abi Nurwardani Pernah Tembus Rp 27 Miliar
Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap pengadaan barang di lingkungan Pemkab Muara Enim, jejak finansialnya yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mengungkapkan ketidakstabilan angka yang sangat drastis.
Berdasarkan data resmi LHKPN KPK yang dihimpun Tribunsumsel.com, kekayaan Abi Nurwardani mencatatkan tren kenaikan signifikan sejak menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Puncaknya, harta Abi pernah menembus angka fantastis Rp27,6 miliar pada periode 2023, sebelum akhirnya merosot tajam hingga menyisakan Rp9,7 miliar pada pelaporan akhir tahun 2025.
LHKPN mencatat lompatan demi lompatan nilai aset Abi Nurwardani dari tahun ke tahun.
Baca juga: 4 Bupati Muara Enim Terjerat Korupsi, Warga Gelar Ritual Tolak Bala Potong Dua Ayam
Berikut adalah rincian total harta kekayaan periodik milik Abi berdasarkan dokumen resmi KPK:
Kekayaan Abi relatif stabil di angka Rp25 miliar pada rentang 2020–2021 saat ia bertransisi dari posisi PPK menjadi PPTK.
Asetnya terus menggemuk hingga mencapai titik tertinggi pada pelaporan 31 Desember 2023 dengan total Rp27.650.694.534.
Baca tanpa iklan