Ringkasan Berita:
- Tanggal 12 Juni 2026 diperingati sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja Anak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi anak dari eksploitasi kerja.
- Peringatan ini mendorong pemerintah dan masyarakat dunia untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik.
- Selain itu, 12 Juni juga dirayakan sebagai Hari Falafel Internasional yang mengapresiasi falafel sebagai kuliner khas Timur Tengah yang telah mendunia.
TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 12 Juni 2026 menjadi momentum yang sarat makna karena dunia memperingati dua momen internasional dengan tema yang sangat berbeda, tetapi sama-sama tentang nilai kemanusiaan dan kehidupan sosial.
Di satu sisi, masyarakat global memperingati World Day Against Child Labor (Hari Dunia Menentang Pekerja Anak), sebuah kampanye internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi hak-hak anak dari eksploitasi kerja.
Peringatan ini mengingatkan bahwa setiap anak berhak menikmati masa kecil yang aman, memperoleh pendidikan yang layak, serta tumbuh dan berkembang tanpa harus menghadapi beban pekerjaan yang membahayakan kesehatan maupun masa depan mereka.
Melalui peringatan ini, berbagai negara dan organisasi dunia didorong untuk memperkuat upaya penghapusan pekerja anak demi menciptakan generasi yang lebih sejahtera dan berdaya.
Di sisi lain, tanggal yang sama juga dirayakan sebagai International Falafel Day (Hari Falafel Internasional), sebuah perayaan kuliner yang mengangkat popularitas falafel, makanan khas Timur Tengah yang telah dikenal di berbagai penjuru dunia.
Falafel yang terbuat dari kacang-kacangan dan rempah-rempah ini tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya kuliner kawasan Timur Tengah, tetapi juga mencerminkan bagaimana sebuah hidangan tradisional mampu melintasi batas negara, budaya, dan generasi.
Hari Falafel Internasional menjadi kesempatan bagi pecinta kuliner untuk mengenal sejarah, asal-usul, serta perjalanan falafel hingga menjadi salah satu makanan jalanan paling populer di dunia.
Meski memiliki tema yang berbeda, kedua peringatan tersebut sama-sama mengajak masyarakat untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak mengingatkan pentingnya menjunjung hak asasi manusia dan perlindungan anak, sementara Hari Falafel Internasional menunjukkan bagaimana warisan budaya dan kuliner dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarbangsa.
2 Peringatan pada 12 Juni 2026
1. World Day Against Child Labor (Hari Dunia Menentang Pekerja Anak)
Baca juga: 17 Juni 2026 Apakah Libur? Ini Aturan Cuti Bersama & Tanggal Merah Tahun Baru Islam 1448 H
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau World Day Against Child Labor diperingati setiap tahun pada tanggal 12 Juni.
Peringatan ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2002 oleh Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO), dikutip dari Days of The Year.
Tujuan utama peringatan ini adalah meningkatkan kesadaran global mengenai masih banyaknya anak-anak yang terlibat dalam pekerjaan yang dapat mengganggu pendidikan, kesehatan, serta perkembangan fisik dan mental mereka.
Melalui momentum ini, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan masyarakat luas didorong untuk bekerja sama menghapus praktik pekerja anak di seluruh dunia.
ILO sendiri merupakan organisasi internasional yang berdiri pada tahun 1919 setelah berakhirnya Perang Dunia I.
Organisasi ini dibentuk dengan keyakinan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh keadilan sosial dan perlindungan hak-hak pekerja.
Menurut ILO, pekerja anak adalah pekerjaan yang merampas masa kanak-kanak, menghambat potensi anak, merusak martabat mereka, serta membahayakan perkembangan fisik maupun psikologis.
Karena itu, tidak semua aktivitas yang dilakukan anak dapat dikategorikan sebagai pekerja anak.
Aktivitas ringan yang sesuai usia dan tidak mengganggu pendidikan umumnya tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Dalam kondisi yang paling parah, pekerja anak dapat berbentuk eksploitasi, perbudakan, perdagangan manusia, hingga pekerjaan berbahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan anak.
Situasi seperti ini menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Sejak tahun 1999, ILO telah menetapkan berbagai standar internasional untuk mempercepat penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak.
Salah satu prinsip penting yang diterapkan adalah penetapan usia minimum bekerja yang tidak boleh lebih rendah dari usia wajib sekolah.
Komitmen global tersebut semakin diperkuat melalui agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang diluncurkan pada tahun 2015.
Salah satu targetnya adalah menghapus segala bentuk pekerja anak melalui berbagai kebijakan dan kerja sama internasional.
2. International Falafel Day (Hari Falafel Internasional)
Selain peringatan sosial kemanusiaan, tanggal 12 Juni juga dirayakan sebagai International Falafel Day atau Hari Falafel Internasional.
Perayaan ini menjadi ajang untuk mengenalkan sekaligus mengapresiasi falafel, makanan berbentuk bola atau patty goreng yang dibuat dari kacang-kacangan dan menjadi salah satu hidangan paling terkenal dari kawasan Timur Tengah.
Falafel dikenal memiliki cita rasa gurih dengan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam. Hidangan ini sering disajikan bersama roti pita, salad, sayuran segar, serta berbagai saus khas.
Meski sangat populer, asal-usul falafel hingga kini masih menjadi bahan perdebatan.
Banyak sejarawan kuliner meyakini bahwa makanan ini pertama kali berkembang di Mesir, dikutip dari National Today.
Salah satu teori menyebutkan bahwa umat Kristen Koptik menggunakan falafel berbahan kacang fava sebagai pengganti daging saat menjalani masa puasa menjelang Paskah.
Pada awal perkembangannya, falafel diduga dibuat menggunakan kacang fava.
Setelah menyebar ke berbagai wilayah Timur Tengah, penggunaan buncis atau chickpea menjadi semakin umum dan akhirnya dikenal luas seperti sekarang.
Seiring waktu, falafel berkembang menjadi makanan jalanan favorit di banyak negara Timur Tengah.
Hidangan ini sering menjadi bagian dari meze, yaitu sajian yang terdiri atas berbagai porsi kecil makanan yang dinikmati bersama.
Popularitas falafel kemudian meluas ke Eropa dan Amerika Utara.
Pada dekade 1970-an, makanan ini semakin dikenal sebagai alternatif makanan cepat saji tanpa daging.
Karena berbahan dasar kacang-kacangan, falafel juga menjadi pilihan favorit bagi kalangan vegetarian dan vegan.
Hari Falafel Internasional sendiri mulai diperkenalkan pada tahun 2012 sebagai bentuk apresiasi terhadap makanan yang telah menjadi bagian dari budaya kuliner global.
Terlepas dari perdebatan mengenai asal-usulnya, falafel kini diterima dan dinikmati oleh masyarakat di berbagai negara.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan