News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga BBM Naik

Aksi Kreatif Mahasiswa UI: Mengukur Keresahan Publik Lewat Klakson Kendaraan

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AKSI DEMO - Momen mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berjaket almamater kuning berorasi sambil membentangkan kertas bertuliskan pesan protes terkait pajak mahal dan kekesalan terhadap pemerintah. Mereka mengajak pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson.

"Pada pukul 12 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas ditahan oleh polisi. Saat itu kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat, di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945 Konstitusi dan juga Pancasila. Akan tetapi, para polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka malah melanggar konstitusi tersebut," kata Athof, kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat.

Athof mengatakan, saat itu pihak kepolisian tidak menjelaskan alasan mengapa mereka melakukan hal tersebut.

Adapun lanjutnya, pihak kepolisian justru meminta para mahasiswa itu untuk melaksanakan salat Jumat di masjid lain.

"Ketika ditanyakan alasannya apa, mereka (polisi) tidak menjawab dan mereka malah mengatur kita untuk salat di tempat lain," ungkapnya.

Baca juga: Ketua BEM UI Sebut Mahasiswa Dihalangi Salat Jumat Saat Menuju Lokasi Aksi di Bundaran HI

Lebih lanjut, Athof mempertanyakan sikap pihak kepolisian terhadap para mahasiswa itu.

"Sejak kapan kepolisian punya hak untuk mengatur bagaimana cara beragama dilakukan? Sejak kapan polisi punya hak untuk melarang rakyat Indonesia melakukan ibadah yang diatur dalam konstitusi?" ujar Athof.

Diketahui, hari ini sejumlah mahasiswa hendak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI. 

Adapun dalam aksi tersebut akan disampaikan lima tuntutan utama, yakni:

1. Menghentikan pemborosan APBN

2 Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

5. Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini