Ralf Beste menerangkan bahwa Indonesia merupakan kekuatan menengah yang sedang berkembang. Jerman melihat RI sebagai mitra kunci penting dalam situasi geopolitik seperti yang terjadi saat ini.
Sementara inti pembahasan Presiden Jerman dengan Presiden Prabowo adalah membicarakan Perjanjian Perdagangan Bebas EU-Indonesia CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa) yang akan berlaku awal tahun depan.
Presiden Jerman juga akan mengunjungi beberapa tempat selama di Jakarta. Di antaranya Masjid Istiqlal dan melihat terowongan silaturahmi untuk menuju Gereja Katedral.
Selain itu Steinmeier juga akan berdiskusi dengan para peneliti dan intelektual publik dari Indonesia untuk membahas bagaimana RI memandang perubahan dunia saat ini secara geostrategis.
"Dan itu juga merupakan bagian dari latar belakang kunjungan tersebut. Jerman melihat bahwa di dunia yang terus berubah ini, kami perlu mendiversifikasi dan memperkuat kemitraan kami," katanya.
Baca tanpa iklan