TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai selama ini pers tidak akan pernah kekurangan bahan pemberitaan.
Dirinya mengungkapkan saat ini jumlah penduduk dunia mencapai sekitar 8,3 miliar dan 193 negara dengan berbagai peristiwa dan persoalan.
Komaruddin mengatakan media dapat dengan mudah menemukan berbagai persoalan dan penyimpangan untuk diberitakan.
Meski begitu, banyak hal positif yang layak mendapat perhatian publik.
"Nah sekarang posisi pers itu, satu, bagaimana ingin mencari yang borok-boroknya juga banyak. Ibarat rumah yang besar, itu pasti ada sudut-sudut di bawah karpet yang kotor-kotor itu pasti ada. Kalau ini dikorek-korek itu pasti banyak," ujar Komaruddin dalam konferensi pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Tapi banyak juga sisi-sisi sudut yang baik-baik, yang taman, ruang tamu, ruang makan itu pasti baik-baik semuanya. Jadi pers itu tidak akan kurang bahan. Mau cari yang sensasional, negatifnya juga banyak. Mau cari yang positif juga banyak," lanjutnya.
Komaruddin menilai tugas pers bukan sekadar mengungkap kekurangan dan kesalahan.
Menurutnya, pers juga harus membantu membangun kehidupan publik yang lebih baik melalui pemberitaan yang berimbang.
"Hemat saya kita sebagai warga negara yang baik, itu hendaknya bagaimana kita bisa melakukan kritik yang konstruktif, berbagai kekurangan yang ada. Namun juga tetap memegang objektivitas. Jadi prinsip konstruktif edukatif itu menjadi penting bagi pers," katanya.
Menurutnya, sikap kritis tetap harus dijaga sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial media.
Meski begitu, Komaruddin meminta kritik yang disampaikan perlu diarahkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dan mendorong perbaikan.
"Kalau emang ada penyimpangan ya ditulis. Tapi konteksnya itu kita edukatif dan konstruktif membangun bangsa ini," ujar Komaruddin.
Ia menambahkan, setiap negara memiliki berbagai persoalan yang dapat terus dikritisi tanpa habis.
Pers, kata Komaruddin, perlu menjadikan sikap kritis, konstruktif, dan edukatif sebagai pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Sikap kritis, konstruktif, edukatif ini menjadi satu mantra pegangan kinerja kita," katanya.
Baca tanpa iklan